Kemenhan Dukung Pembukaan Kembali Penerbangan Komersil Untuk Sipil di Bandara Husein dan Adi Sutjipto Atas Arahan Presiden Prabowo

Berita98 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah berencana mengaktifkan kembali penerbangan sipil komersial di Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Adi Sutjipto. Langkah tersebut dilakukan menyusul arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna mengoptimalkan kembali fungsi bandara yang selama ini terbatas penggunaannya untuk kepentingan militer dan penerbangan tertentu.

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan, menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial di kedua bandara tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas RI, Febrian Alphyanto Ruddyard, di Jakarta pada (28/5/2026).

Menurut Donny, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mendukung penuh reaktivasi bandara sepanjang tidak mengganggu kegiatan operasional dan latihan militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.
“Ke depan, hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan, sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu,” ujar Donny dalam keterangannya.

Selama ini, Bandara Adi Sutjipto dan Bandara Husein Sastranegara masih aktif digunakan sebagai pangkalan militer TNI AU. Meski demikian, kedua bandara tetap melayani aktivitas penerbangan sipil dalam skala terbatas.

Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta hingga kini masih melayani penerbangan rute Yogyakarta–Jakarta dan sebaliknya dengan tujuan Bandara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara saat ini hanya diperbolehkan untuk penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dengan rute antarkota di Pulau Jawa.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pihaknya sangat menantikan reaktivasi penuh Bandara Husein Sastranegara karena dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung mobilitas dan perekonomian Kota Bandung.
“Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup, tetapi aktivitas penerbangan komersialnya dibatasi,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, spesifikasi Bandara Husein Sastranegara dinilai masih memadai untuk melayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 dan Airbus A320. Pemerintah Kota Bandung juga optimistis arus penumpang akan kembali meningkat apabila penerbangan komersial dibuka secara penuh.

Berdasarkan kajian awal pemerintah daerah, Bandara Husein pernah mencatat kejayaan pada tahun 2019 dengan total trafik penumpang mencapai sekitar 3,8 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 juta merupakan penumpang domestik dan 800 ribu lainnya berasal dari penerbangan internasional.
“Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein seperti tahun 2019,” kata Farhan.

Untuk mendukung peningkatan aktivitas penerbangan, Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan berbagai pembenahan infrastruktur penunjang di sekitar kawasan bandara.

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi akses jalan menuju Bandara Husein melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia guna mengurangi potensi kemacetan lalu lintas. Selain itu, keberadaan Flyover Nurtanio juga dinilai akan memperlancar akses masyarakat menuju bandara yang berada di pusat Kota Bandung tersebut.

Pemerintah berharap reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Adi Sutjipto dapat meningkatkan konektivitas antardaerah, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi, sekaligus memperluas pilihan transportasi udara bagi masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *