Kemenhan: Wacana Pemangkasan Anggaran Pertahanan Bagian Dari Strategi Negara, Prioritas Pembangunan Nasional dan Kesejahteraan

Berita109 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan bahwa wacana Presiden Prabowo Subianto yang membuka kemungkinan memangkas anggaran pertahanan merupakan bagian dari strategi negara dalam mengelola prioritas pembangunan nasional.

Menurut Kemenhan, setiap kebijakan anggaran yang diambil pemerintah tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pertahanan, keamanan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden yang disusun berdasarkan kepentingan nasional secara menyeluruh.

“Setiap kebijakan anggaran, termasuk apabila terdapat penyesuaian, tetap merupakan bagian dari strategi negara untuk memperkuat kedaulatan, keamanan, sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujar Rico dalam keterangannya pada (20/7/2026).

Rico menegaskan bahwa arah kebijakan pertahanan Indonesia tidak hanya berfokus pada pembangunan kekuatan militer.

Mengacu pada Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, konsep pertahanan nasional juga mencakup aspek nirmiliter yang mendukung ketahanan bangsa secara menyeluruh.

Karena itu, menurut Rico, Kementerian Pertahanan mendukung setiap kebijakan yang diputuskan Presiden sepanjang ditujukan untuk kepentingan nasional.

“Tentu. Kementerian Pertahanan mendukung setiap kebijakan Presiden yang ditetapkan demi kepentingan nasional,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan menghilangkan kelaparan di Indonesia.

Menurutnya, seluruh pos belanja negara harus siap dievaluasi, termasuk anggaran sektor pertahanan maupun kepolisian apabila diperlukan.

“Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan,” kata Prabowo saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menanyakan secara langsung kepada jajaran TNI dan Polri mengenai kesiapan mereka apabila anggaran institusi dikurangi demi mendukung program peningkatan kesejahteraan rakyat.

Personel yang hadir menyatakan siap mendukung kebijakan tersebut.
Presiden menegaskan bahwa kekuatan pertahanan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran militer maupun modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga oleh kondisi masyarakat yang sejahtera.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri harus berada di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” ujar Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut memunculkan perhatian publik karena menyangkut kebijakan anggaran di sektor pertahanan.

Namun, Kementerian Pertahanan memastikan bahwa apabila nantinya dilakukan penyesuaian anggaran, langkah tersebut akan tetap mempertimbangkan kebutuhan strategis pertahanan negara sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *