Kemenpora Erick Thohir Dorong Reformasi Inklusif, Beri Ruang Lebih Besar Bagi Kepemimpinan Perempuan dan Generasi Muda

Berita133 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah terus mendorong reformasi birokrasi yang inklusif dan berorientasi pada kinerja.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, melalui kebijakan penyegaran budaya kerja di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Langkah ini diwujudkan melalui rotasi pejabat struktural yang tidak hanya bertujuan meningkatkan profesionalisme, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi perempuan dan generasi muda untuk berperan dalam kepemimpinan.

Dalam komposisi terbaru tersebut, sebanyak 34 persen posisi strategis diisi oleh perempuan, sementara 13 persen diisi oleh pemimpin muda berusia di bawah 40 tahun.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif dalam membangun birokrasi modern yang adaptif, inklusif, dan kompetitif.
“Kami mendorong profesionalisme, integritas, dan kerja keras seluruh insan Kemenpora agar transformasi ini benar-benar terwujud dengan orientasi hasil yang jelas dan terukur,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya
di Jakarta, (3/4/2026).

Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru mampu bekerja secara kolektif untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul. “Selamat atas amanah baru yang diemban. Kita akan bersama-sama berusaha keras agar Kemenpora bisa menciptakan pemuda-pemudi yang berkarakter, berdaya saing, serta meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Saat ini, jumlah total pejabat struktural di Kemenpora mencapai 46 orang, dengan rincian 30 pejabat pria dan 16 pejabat perempuan. Dari sisi usia, mayoritas pejabat berada pada rentang usia 40 tahun ke atas, yakni sebanyak 40 orang, sementara enam pejabat lainnya merupakan generasi muda di bawah usia 40 tahun.

Komposisi ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pengalaman dan energi baru yang dibawa oleh generasi muda. Kehadiran perempuan dan pemimpin muda diharapkan mampu menghadirkan perspektif segar dalam pengambilan kebijakan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Transformasi yang dilakukan Kemenpora tidak hanya berfokus pada pergantian posisi, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan budaya kerja.

Erick menegaskan pentingnya adaptabilitas pejabat dalam menghadapi dinamika zaman, serta penerapan peran sebagai agent of change.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan birokrasi yang lebih dinamis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu mempercepat akselerasi kinerja kementerian sepanjang tahun 2026.

Kebijakan ini juga membuka peluang besar bagi talenta muda untuk tampil. Salah satu contoh adalah Muhammad Jari Badri (26), yang menjadi pegawai termuda di Kemenpora yang dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Protokol.

Meski mengakui dirinya masih junior, Jari menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Saya masih junior di sini, tapi pastinya harus siap dan mampu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh atasan. Ini menjadi kepercayaan yang harus saya buktikan, khususnya kepada Pak Menteri,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah perempuan muda juga mendapatkan kepercayaan untuk mengisi jabatan strategis. Sarlawati Gita Afrianingsih (33) ditunjuk sebagai Kepala Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan.

Ia mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan tersebut.
“Dengan banyaknya anak muda dan perempuan, tentunya sangat membanggakan. Saya berharap dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Nama lain yang turut mencuri perhatian adalah Ummi Alifah (32), yang dipercaya sebagai Plt. Kasubbag Staf Ahli, Staf Khusus Protokol Pimpinan. Ia menilai kebijakan ini sebagai bukti bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menduduki jabatan strategis.
“Saya merasa mendapat privilege bahwa perempuan juga bisa mengisi jabatan-jabatan struktural di Kemenpora. Saya berharap dapat bekerja secara profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Selain itu, Auliana Khoirunisa Lutfi (29) juga dipercaya sebagai Plt. Kasubbag Barang Milik Negara (BMN), memperkuat deretan perempuan muda dalam struktur organisasi kementerian.

Langkah reformasi yang dilakukan Kemenpora ini diharapkan menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan berorientasi hasil.

Keterlibatan perempuan dan generasi muda dinilai penting untuk menghadirkan inovasi, memperkuat integritas, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Dengan komitmen kuat dari pimpinan serta dukungan seluruh jajaran, transformasi ini diharapkan mampu membawa Kemenpora menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan mampu menjawab tantangan masa depan, khususnya dalam membina generasi muda dan meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *