Kemensos Siapkan Jalur Karier Lulusan Sekolah Rakyat, Dari Perguruan Tinggi Hingga Pekerja Terampil, Cetak SDM Berkompetensi

Berita41 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan jalur pengembangan keterampilan kerja bagi siswa Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilihan setelah mereka menyelesaikan pendidikan menengah atas. Jalur tersebut disiapkan untuk membekali lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan minat, bakat, serta potensi masing-masing sebelum memasuki dunia kerja.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, masa depan siswa Sekolah Rakyat terbuka luas. Karena itu, para siswa didorong untuk terus melanjutkan pendidikan secara berjenjang sekaligus mempersiapkan kemampuan yang dapat menunjang pilihan karier mereka di masa depan.

“Sesuai harapan Pak Presiden, setiap anak Sekolah Rakyat yang lulus SD wajib meneruskan ke SMP. Yang SMP yang jago-jago, yang pintar silakan nanti daftar ke Sekolah Garuda atau tetap meneruskan di SMA Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, pada (7/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta, pada (6/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti siswa dari berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 77 siswa SMA kelas 10, 148 siswa SMA kelas 11, 82 siswa SMP kelas 7, 72 siswa SMP kelas 8, serta 30 siswa SD.

Menurut Gus Ipul, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masa depan siswa Sekolah Rakyat. Namun, setelah menyelesaikan pendidikan SMA, tidak semua siswa harus menempuh jalur yang sama. Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dan memenuhi persyaratan, pemerintah akan memberikan dukungan melalui skema beasiswa. Sementara itu, siswa yang memilih untuk langsung memasuki dunia kerja akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing.

Untuk memperkuat jalur pekerja terampil tersebut, Kemensos mulai menyiapkan konsep pelatihan yang lebih terarah. Gus Ipul mengajak mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungky Sumadi, untuk membantu menyusun dan mengembangkan kurikulum keterampilan bagi siswa Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, pelatihan keterampilan nantinya perlu disusun berdasarkan bidang yang diminati siswa sekaligus mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah yang nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky,” jelasnya.

Ia menegaskan, penguatan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa agar tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.
Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk menentukan masa depan berdasarkan kemampuan, minat, dan ketertarikan masing-masing.

Siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang tertentu diharapkan dapat memperoleh pelatihan secara lebih terarah sehingga keterampilan yang dimiliki relevan dengan pilihan pekerjaan mereka.
Dengan demikian, jalur pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun keterampilan dan kesiapan siswa menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.

Rencana pengembangan jalur keterampilan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya Linggar Ardiansyah, 17 tahun, yang mengaku pernah berhenti sekolah selama dua tahun.
Selama tidak bersekolah, Linggar menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bersama ayahnya.

Ia pernah bekerja sebagai tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot.
Pengalaman tersebut membuat kesempatan untuk kembali bersekolah menjadi hal yang sangat berarti bagi Linggar. Melalui Sekolah Rakyat, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan formal sekaligus mengembangkan minat dan keterampilannya.

“Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak,” ungkap Linggar.

Menurut Linggar, pengalaman mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat membuat dirinya tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kembali semangat belajar sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Selain Linggar, sejumlah siswa lainnya turut membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Berbagai cerita tersebut menjadi motivasi bagi siswa yang baru bergabung pada tahun ajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyempatkan diri duduk bersama para siswa dan berbincang mengenai kehidupan serta keseharian mereka. Ia mendengarkan cerita dan pengalaman para siswa, termasuk perubahan yang mereka rasakan setelah memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Suasana makan malam berlangsung hangat dan semakin meriah dengan penampilan band siswa. Mereka membawakan sejumlah lagu, di antaranya “Aku Milikmu” dari Dewa 19, “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, “Gema Adzan” dari Tegar, serta “Laskar Pelangi” dari Nidji.

Di hadapan para siswa, Gus Ipul juga menyampaikan pesan agar mereka senantiasa menghormati dan menyayangi orang tua, apa pun kondisi ekonomi keluarga.
Ia mengingatkan bahwa sebagian orang tua siswa mungkin bekerja sebagai buruh, pekerja bangunan, pekerja rumah tangga, maupun sedang tidak memiliki pekerjaan.

Kondisi ekonomi keluarga, kata dia, tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk kehilangan rasa hormat dan kebanggaan terhadap orang tua.
Sebaliknya, kesempatan memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi momentum bagi para siswa untuk memperbaiki masa depan sekaligus membalas perjuangan orang tua.

Gus Ipul berharap para siswa memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya, terus mengembangkan kemampuan, serta memiliki cita-cita yang tinggi. Pendidikan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi bekal untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Dengan penguatan pendidikan akademik sekaligus keterampilan kerja, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk menentukan pilihan masa depan baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *