DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan dukungannya terhadap rencana pembukaan kembali layanan penerbangan komersial di dua pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara, yaitu Lanud Adisutjipto di Yogyakarta dan Lanud Husein Sastranegara di Bandung.
Langkah ini dinilai berpotensi memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan konektivitas transportasi udara, serta kemudahan mobilitas masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard, yang berlangsung di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, 25 Mei 2026.
Dalam keterangannya, Donny menyampaikan bahwa Kemhan menyambut baik rencana tersebut karena dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, khususnya industri penerbangan sipil dan perekonomian daerah.
“Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Donny.
Menurutnya, beroperasinya kembali penerbangan komersial di kedua lanud tersebut akan meningkatkan arus pergerakan penumpang dan barang.
Kondisi ini diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, perhotelan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada mobilitas masyarakat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pembukaan kembali penerbangan sipil juga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Bandung yang selama ini menjadi pusat kegiatan pendidikan, pariwisata, bisnis, dan pemerintahan daerah.
Meski demikian, Donny menegaskan bahwa peningkatan aktivitas penerbangan sipil tidak boleh mengganggu tugas utama TNI Angkatan Udara dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, Kemhan akan memastikan seluruh kegiatan operasional militer tetap berjalan optimal dan tidak terdampak oleh aktivitas penerbangan komersial.
“Kami tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemhan saat ini tengah menyusun berbagai ketentuan operasional, regulasi, serta kebutuhan infrastruktur pendukung guna mengakomodasi keberadaan penerbangan komersial di lingkungan pangkalan udara militer.
Pengaturan tersebut mencakup penggunaan fasilitas bandara, prosedur keselamatan penerbangan, hingga mekanisme koordinasi antara otoritas sipil dan militer.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan penggunaan apron atau area parkir pesawat, serta manajemen jadwal penerbangan. Pengaturan ini diperlukan untuk menghindari kepadatan lalu lintas udara dan memastikan aktivitas penerbangan sipil maupun militer dapat berlangsung secara aman, tertib, dan efisien.
“Yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu,” jelas Donny.
Rencana pembukaan kembali penerbangan komersial di Lanud Adisutjipto dan Lanud Husein Sastranegara menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur transportasi udara yang telah tersedia.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat konektivitas nasional.
Melalui sinergi antara kementerian, lembaga terkait, dan TNI Angkatan Udara, pemerintah berharap keberadaan penerbangan komersial di kedua lanud tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang luas tanpa mengurangi fungsi strategis pangkalan udara sebagai bagian penting dari sistem pertahanan negara.
Dengan demikian, sektor pertahanan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan demi mendukung kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Ervinna






