Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Dakwah Habib Umar Bin Hafidz Bangkitkan Optimisme dan Perkuat Persatuan Bangsa

Berita62 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengapresiasi dakwah Habib Umar bin Hafidz yang dinilai membawa pesan persatuan, perdamaian, dan optimisme bagi umat Islam di Indonesia. Menurut Muzani, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan ulama asal Yaman tersebut turut memperkuat semangat kebangsaan serta mendukung upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Apresiasi itu disampaikan Muzani saat bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Muzani menyampaikan terima kasih atas kunjungan Habib Umar ke Indonesia yang kembali disambut dengan antusiasme masyarakat.

Muzani menilai, dakwah Habib Umar selalu dinantikan umat Islam Indonesia karena tidak hanya menekankan keimanan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, dan perdamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurut Muzani, ajaran keagamaan yang menempatkan persatuan sebagai nilai utama memiliki arti penting bagi Indonesia, negara dengan keragaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan yang membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan.

“Yang Mulia Habib Umar selalu mementingkan Islam sebagai pemersatu umat dan bahwa keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah adalah final bagi keselamatan dunia akhirat. Yang Mulia Habib Umar juga selalu berpesan menjaga kesatuan ukhuwah Islamiyah. Ini adalah cara yang paling soft dalam mencegah bahaya yang lebih besar bagi kehidupan manusia. Dan bagi kami di Indonesia, seperti itu justru memperkuat kami dalam bernegara,” kata Muzani dalam keterangannya, pada (13/10/2026).

Dakwah dan Tanggung Jawab Menjaga Keutuhan Negara

Muzani menjelaskan, sebagai Ketua MPR RI, dirinya memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga ideologi Pancasila, serta menjalankan kewenangan konstitusional MPR, termasuk terkait perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam konteks tersebut, ia memandang dakwah yang mengedepankan persaudaraan dan perdamaian sebagai kekuatan moral yang dapat mendukung upaya para pemimpin bangsa dalam merawat persatuan nasional.

Bagi Muzani, penguatan nilai-nilai keagamaan dan komitmen kebangsaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan ketika ajaran agama disampaikan dengan menekankan kedamaian, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab menjaga kehidupan bersama.

Ia menilai, pesan-pesan Habib Umar memberikan energi positif bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan bangsa dapat dihadapi dengan optimisme, selama persatuan dan nilai-nilai kebaikan tetap dijaga.

“Banyak sekali dakwah dari Yang Mulia Habib Umar yang betul-betul sebuah kebenaran untuk kebaikan dunia. Dan pandangan itu menjadi sebuah energi bagi kehidupan kami. Optimisme kami ke depan bahwa kami lebih yakin Allah bersama kami,” ujarnya.

Persatuan Sebagai Modal Utama Bangsa

Muzani menegaskan, persatuan merupakan modal fundamental bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas, memperkuat kehidupan demokrasi, dan melanjutkan pembangunan. Karena itu, pesan-pesan yang mendorong umat untuk menjaga ukhuwah dan menghindari perpecahan dinilainya relevan dengan tantangan kehidupan berbangsa saat ini.

Ia juga mengapresiasi peran Habib Umar dalam menyampaikan dakwah yang mengajak umat memperkuat hubungan persaudaraan dan membangun kehidupan yang damai. Menurutnya, semangat tersebut dapat membantu menciptakan suasana sosial yang kondusif sehingga para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat dapat menjalankan tanggung jawabnya tanpa terhambat oleh konflik dan perpecahan.

“Kami bangga Yang Mulia ikut memberi dakwah bagi persatuan dan kesatuan dan perdamaian umat di Indonesia khususnya. Karena bagi kami bangsa Indonesia bahwa persatuan adalah segala-galanya. Dan ini mempermudah para pemimpin bangsa Indonesia dalam bekerja menjaga persatuan umat yang telah kami jaga hampir lebih dari 80 tahun,” tambah Muzani.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Muzani bahwa persatuan tidak cukup hanya dijaga melalui aturan dan kebijakan negara. Persatuan juga membutuhkan kesadaran sosial, keteladanan, serta penguatan nilai moral yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dalam masyarakat yang majemuk, pesan perdamaian dan persaudaraan menjadi penting untuk mencegah berkembangnya sikap saling bermusuhan. Dengan demikian, dakwah yang menyejukkan dapat menjadi salah satu unsur pendukung dalam merawat kohesi sosial dan memperkuat komitmen kebangsaan.

Menutup pernyataannya, Muzani menyampaikan terima kasih atas kesediaan Habib Umar kembali mengunjungi Indonesia dan menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Ia mengaku bangga melihat semangat serta antusiasme umat yang hadir untuk mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan ulama tersebut.

“Atas nama rakyat dan bangsa Indonesia, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia Habib Umar. Kami bangga ketika melihat wajah umat yang selalu semangat dan antusias untuk mendengar dakwah Yang Mulia. Meskipun di tengah jadwal padat, atas nama seluruh rakyat Indonesia, selamat datang di Indonesia,” tutur Muzani.

Apresiasi Muzani tersebut sekaligus menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam memperkuat fondasi moral masyarakat dan menjaga persatuan nasional. Di tengah beragam tantangan yang dihadapi bangsa, semangat persaudaraan, perdamaian, dan optimisme menjadi nilai penting untuk terus dirawat demi menjaga keutuhan Indonesia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *