Khadijah Travel Gelar Manasik Umrah, Jamaah Dibekali Ilmu hingga Praktik Thawaf dan Sa’i

Berita110 Dilihat

DetikSR.id CIPONDOH, BANTEN — Menunaikan ibadah umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Kesiapan ilmu, mental, fisik, hingga pemahaman teknis menjadi bekal penting agar jamaah dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan baik.

Hal tersebut menjadi perhatian Khadijah Travel Indonesia yang menggelar Manasik Umrah pada 3–4 Oktober 2026 di Hotel Grand El Hajj, Cipondoh, Banten. Kegiatan dirancang tidak hanya memberikan materi keagamaan, tetapi juga menghadirkan praktik langsung agar jamaah memiliki gambaran lebih konkret mengenai pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Kegiatan dibuka oleh Hj. Umamah, Owner Khadijah Travel. Sementara pendampingan rangkaian manasik turut dilakukan General Manager Khadijah Travel, H. Deno.

Tak Sekadar Teori, Jamaah Diajak Praktik

Rangkaian manasik dimulai Sabtu (3/10/2026). Setelah persiapan serta pelaksanaan Salat Magrib dan Isya, jamaah mengikuti sesi ngobrol santai mengenai berbagai hal seputar perjalanan umrah.

Menariknya, pembekalan juga menyentuh hal-hal teknis yang mungkin terlihat sederhana, tetapi penting bagi jamaah.

Salah satu agenda pembekalan adalah Journey Qur’an.Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan spiritual jamaah dengan Al-Qur’an sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Setelah itu, jamaah mendapatkan materi manasik dan dilanjutkan dengan praktik mengenakan kain ihram. Jamaah tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diarahkan untuk mencoba secara langsung sehingga lebih memahami persiapan menuju pelaksanaan ibadah umrah.

Puncaknya, jamaah mengikuti simulasi Thawaf dan Sa’i.

Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami alur pelaksanaan ibadah secara lebih nyata. Dengan demikian, jamaah diharapkan tidak lagi merasa asing ketika harus menjalankan rangkaian Thawaf dan Sa’i di Tanah Suci.

Qur’an Puzzle, Membuat Belajar Al-Qur’an Lebih Menyenangkan

Selain pembekalan ibadah umrah, kegiatan juga memperkenalkan pendekatan Qur’an Puzzle, sebuah metode menghafal Al-Qur’an yang dirancang secara mudah dan menyenangkan, khususnya bagi dewasa dan lansia tingkat pemula.

Metode tersebut diperkenalkan oleh Coach Jiwan, H. Muhammad Iwan, S.Pd. Pendekatannya menekankan proses menghafal secara bertahap, sehingga peserta yang merasa memiliki kesulitan dalam menghafal tetap dapat membangun kemampuan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.

Kehadiran materi Qur’an Puzzle menjadi warna tersendiri dalam rangkaian manasik. Sebab, persiapan menuju Tanah Suci tidak hanya diarahkan pada kemampuan menjalankan ritual, tetapi juga memperkuat kedekatan jamaah dengan Al-Qur’an.

Menyiapkan Jamaah Lebih Siap ke Tanah Suci

Bagi Khadijah Travel, manasik merupakan bagian penting dari perjalanan ibadah. Jamaah tidak hanya dipersiapkan dari sisi administrasi keberangkatan, tetapi juga dibekali ilmu, mental, fisik, dan keterampilan teknis.

Dengan pendekatan teori sekaligus praktik, jamaah diharapkan lebih percaya diri dan memahami apa yang akan dilakukan sejak persiapan ihram hingga pelaksanaan Thawaf dan Sa’i.

Pada akhirnya, perjalanan umrah bukan hanya tentang berpindah tempat dari Indonesia menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Melalui manasik ini, Khadijah Travel Indonesia berupaya memastikan jamaah berangkat bukan hanya dengan koper dan perlengkapan perjalanan, tetapi juga membawa bekal ilmu, pemahaman ibadah, serta kesiapan hati untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci.(Red/DJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *