KSAU Rombak 11 Jabatan Strategis TNI AU, Sejumlah Posisi Asisten Hingga Kepala Dinas Berganti

Berita112 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono merombak 11 jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Pergantian tersebut mencakup sejumlah posisi asisten KSAU, kepala pusat, hingga kepala dinas yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan penguatan organisasi TNI AU.

Serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Auditorium I.G. Dewanto, Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta, pada (12/10/2026).

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), rotasi jabatan tersebut meliputi bidang perencanaan dan anggaran, operasi, personalia, teritorial, kesehatan, penerangan, administrasi personel, psikologi, serta pembekalan dan pemeliharaan materiel.

Di jajaran pimpinan staf, Marsda TNI Yostariza kini menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAU, menggantikan Marsda TNI Ian Fuady. Posisi yang sebelumnya ditempati Yostariza sebagai Asisten Personalia (Aspers) KSAU selanjutnya dipercayakan kepada Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.

Sementara itu, jabatan Asisten Operasi (Asops) KSAU diserahterimakan kepada Marsda TNI Jorry S. Koloay, menggantikan Marsda TNI Suliono. Adapun jabatan Asisten Teritorial (Aster) KSAU kini dijabat Marsda TNI Bambang Gunarto, menggantikan Marsda TNI Palito Sitorus.

Pergantian pada posisi-posisi tersebut menyentuh sejumlah bidang penting dalam organisasi TNI AU, mulai dari perencanaan kebutuhan dan alokasi anggaran, pengelolaan sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan operasi serta pembinaan teritorial.

Pergantian di Bidang Kesehatan dan Penerangan

Rotasi juga berlangsung pada unsur kesehatan TNI AU. Marsma TNI dr. Margono G.S. ditunjuk sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI AU (Kapuskesau), menggantikan Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi.

Di bidang komunikasi publik, Marsma TNI Feri Yunaldi dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), menggantikan Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.

Adapun jabatan Kepala Dinas Administrasi Personel TNI AU (Kadisminpersau) kini diemban Marsma TNI David Yohan Tamboto, menggantikan Marsma TNI Hendrayansyah.

Sementara itu, jabatan Kepala Dinas Psikologi TNI AU (Kadispsiau) diserahkan kepada Marsma TNI Heri Kris Drihandaka, menggantikan Marsma TNI (W) Theresia Soepi S.

Perubahan di bidang kesehatan, penerangan, administrasi personel, dan psikologi tersebut menjadi bagian dari rotasi kepemimpinan pada unsur pendukung organisasi. Bidang-bidang ini berperan dalam menunjang kesiapan personel, pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, serta penyampaian informasi kelembagaan kepada publik.

Rotasi Pada Pembekalan dan Pemeliharaan Materiel

Di sektor pembekalan dan pengelolaan materiel, Marsma TNI R. Mochamad Rosydi ditunjuk sebagai Kepala Pusat Pembekalan Materiel TNI AU (Kapusbekmatau), menggantikan Marsma TNI Edi Siswoyo.

Posisi yang ditinggalkan Rosydi sebagai Kepala Dinas Materiel TNI AU (Kadismatau) selanjutnya diisi Marsma TNI Achmad Espandiari.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Kepala Lembaga Kesehatan Penerbangan TNI AU (Kalakespra). Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Kolonel Kes dr. Djarot S., menggantikan Marsma TNI dr. Imam Muslim.

Dengan demikian, rotasi 11 jabatan strategis ini mencakup unsur staf pimpinan, pelayanan kesehatan, komunikasi publik, pengelolaan personel, serta dukungan pembekalan dan materiel.

Susunan baru tersebut diharapkan mendukung kesinambungan pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja organisasi.

Dorong Profesionalisme dan Penguatan Organisasi

Dispenau menyatakan, pergantian jabatan di lingkungan TNI AU diharapkan menjadi bagian dari upaya pembinaan personel dan penguatan organisasi secara berkelanjutan.

“Pergantian jabatan ini diharapkan dapat mendorong pembinaan personel dan penguatan organisasi secara berkelanjutan, sehingga terwujud sumber daya manusia TNI AU yang adaptif, profesional, dan unggul,” demikian keterangan Dispenau.

Rotasi jabatan merupakan salah satu mekanisme pembinaan organisasi dan karier di lingkungan militer. Melalui pergantian kepemimpinan, organisasi diharapkan dapat menjaga kesinambungan tugas sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan fungsi di setiap satuan kerja.

Meski demikian, efektivitas rotasi tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan para pejabat baru menerjemahkan mandat jabatan menjadi kinerja nyata, terutama dalam meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat dukungan operasional, serta menjaga kesiapan TNI AU dalam menjalankan tugas pertahanan udara nasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *