Lansia di Musi Rawas Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Polisi Sebut Dipicu Masalah Ekonomi

Berita Daerah66 Dilihat

DetikSR.id MUSIRAWAS – Seorang perempuan berinisial DS (27), warga Desa T2 Purwakarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Minggu (26/4/2026) pagi.

Korban yang diketahui berstatus ibu rumah tangga itu pertama kali ditemukan oleh ibunya, Suprianti (75), sekitar pukul 09.00 WIB di bagian dapur rumah dalam kondisi tergantung pada balok kayu plafon.

“Awalnya saksi hendak ke dapur, lalu melihat korban sudah dalam keadaan tergantung. Saksi kemudian memanggil suami korban,” ujar Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kapolsek Purwodadi, AKP Herdiansyah , Senen (27/4/2026).

Suami korban, Andi (30), yang datang ke lokasi langsung menurunkan korban dengan memotong tali menggunakan pisau. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut turut berdatangan membantu. Korban sempat dibawa ke Puskesmas O Mangunharjo. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Mendapat laporan, jajaran Polsek Purwodadi yang dipimpin Kapolsek AKP Herdiansyah langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
“Diduga korban meninggal akibat gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi yang dihadapinya.

Pihak kepolisian sempat menawarkan tindakan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun, keluarga korban menolak dan menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga menolak autopsi dan telah membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini dengan ikhlas,” tambah Kapolsek.
Sekitar pukul 12.15 WIB, proses olah TKP dinyatakan selesai dan situasi di lokasi kejadian berlangsung aman serta kondusif.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil langkah ekstrem saat menghadapi persoalan hidup, serta mendorong agar mencari bantuan dari keluarga, tokoh masyarakat, maupun pihak terkait. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *