Longsor dan Banjir Terjang Balong, TNI-Polri dan Warga Bangun Jembatan Darurat

Berita71 Dilihat

DetikSR.id Ponorogo – Semangat gotong royong kembali terlihat di tengah musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (23/5/2026). TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup badan jalan akibat luapan sungai.

Tak hanya fokus pada pembersihan, mereka juga membangun jembatan darurat dari sesek bambu sepanjang kurang lebih 10 meter sebagai akses sementara agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan.

Danramil Tipe B 0802/09 Balong Kapten Czi Hadi Eko mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses jalan dan membantu masyarakat agar tidak terlalu lama terdampak akibat bencana.

“Fokus kerja bakti hari ini ada dua, yakni lanjut membersihkan lumpur dan longsoran tanah yang menutup jalan, serta membuat jembatan darurat dari sesek bambu sepanjang 10 meter. Jembatan ini untuk membantu warga, karena jembatan yang lama hanyut,” kata Hadi di sela kegiatan.

Ia menambahkan, penanganan pascabencana dilakukan secara bertahap sejak hari pertama bencana terjadi. Menurutnya, tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir dan longsor yang cukup parah di wilayah tersebut.

“Banjir dan longsor terjadi pada Rabu sekitar waktu subuh setelah hujan deras mengguyur semalaman. Sejak Rabu pagi itu kami sudah mulai langsung membersihkan material longsor, terutama batu-batu besar yang menutup akses jalan,” sebutnya.

Pama TNI AD itu menegaskan, semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh unsur yang terlibat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

Berkat kerja keras dan gotong royong yang dilakukan sejak pagi, material lumpur dan longsoran tanah akhirnya berhasil disingkirkan. Akses jalan pun mulai dapat dilalui kembali meski sementara masih menggunakan jembatan darurat.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan semangat gotong royong, seluruh sasaran dapat diselesaikan dengan baik. Untuk sementara warga juga sudah bisa kembali beraktivitas meskipun masih menggunakan jembatan darurat,” ujar Hadi.

Aksi cepat para prajurit jajaran Kodim 0802/Ponorogo tersebut pun mendapat apresiasi dari Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Menurutnya, kehadiran TNI harus mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan bencana alam.

“Prajurit TNI harus selalu hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi bagian dari solusi. Apa yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

“Tak hanya berdampak, tetapi juga harus cepat seperti dalam aksi penanganan bencana alam yang terjadi di Balong,” imbuhnya.

Kolonel Untoro berharap, melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana di wilayah Balong dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.(Penrem 081/Dsj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *