Memperkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Cianjur

Berita Daerah81 Dilihat

​DetikSR.id — Cianjur | Revitalisasi sekolah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memulihkan, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas sarana serta prasarana pendidikan. Program ini hadir untuk memastikan satuan pendidikan mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ideal bagi para peserta didik.

​Tujuan Utama Revitalisasi
​Secara umum, program revitalisasi sekolah berfokus pada tiga muatan utama, Peningkatan Kualitas Fisik, Memperbaiki fasilitas publik sekolah yang rusak, seperti ruang kelas, atap bocor, sanitasi/toilet yang tidak layak, hingga sarana penunjang lainnya.

​Optimalisasi Pembelajaran, Menciptakan ruang belajar yang ramah anak dan kondusif demi mendukung kegiatan belajar mengajar secara maksimal.

​Pemerataan Mutu Pendidikan, Mendorong tersedianya layanan pendidikan yang setara dan berkualitas tinggi di seluruh pelosok wilayah.

​Sasaran dan Skema Pelaksanaan
​Program ini menitikberatkan sasaran prioritas pada tiga kelompok sekolah,
​Satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

​Sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat. Fasilitas pendidikan yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Pelaksanaan revitalisasi ini mencakup sekolah negeri maupun swasta dengan mengusung semangat gotong royong melalui pendekatan swakelola guna mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
​”Revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan sarana pendidikan yang representatif dan merata bagi anak-anak di daerah,” ujar Sekretaris Laskar Merah Putih Kabupaten Cianjur, Dede Koswara, Rabu (13/10).

Masih dikatakannya, Waspada Terhadap Oknum Mengatasnamakan Dinas
​Di samping sosialisasi mengenai pentingnya revitalisasi, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh pihak sekolah (SDN maupun SMP).

Sekolah diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan pejabat Dinas Pendidikan maupun pihak yang mengaku sebagai “pejuang/penyalur bantuan” program pembangunan revitalisasi sekolah.

“Pihak sekolah diharapkan tidak mudah tergiur atau percaya begitu saja pada pihak luar yang menjanjikan bantuan revitalisasi tanpa mekanisme resmi,” tegas salah seorang sumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur yang enggan disebutkan namanya.

​(Asdon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *