Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Mahasiswa dan Dosen Manfaatkan Peluang Studi di Luar Negeri Bangun Jejaring Global Melalui Pendidikan Internasional

Berita59 Dilihat

DetikSR.id Jakarta , Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengajak mahasiswa dan dosen Indonesia untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan di luar negeri sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun jejaring internasional yang dapat mendukung pengembangan karier dan kontribusi bagi bangsa.

Menurut Mu’ti, kesempatan untuk menempuh pendidikan, mengikuti program pertukaran akademik, maupun memperoleh beasiswa internasional saat ini terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat dan kesungguhan dalam mendalami bidang ilmu yang diminati.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” kata Mu’ti dalam keterangannya, pada (19/6/2026).

Mu’ti menegaskan bahwa pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, pola pikir, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global yang semakin kompetitif.

Menurutnya, banyak perguruan tinggi di berbagai negara memiliki atmosfer akademik yang kuat dan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta inovatif.

Selain itu, hubungan antara dosen dan mahasiswa di sejumlah kampus internasional umumnya dibangun melalui proses pendampingan yang intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi pengembangan potensi akademik.

“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan bahwa pengalaman tinggal dan belajar di negara lain juga memberikan kesempatan berharga bagi peserta didik untuk mengenal dan memahami keberagaman budaya dunia. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat internasional, mahasiswa dapat mempelajari berbagai nilai positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, serta kepatuhan terhadap aturan dan ketertiban di ruang publik.

Menurutnya, pengalaman lintas budaya tersebut dapat memperkaya perspektif serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

Selain aspek akademik dan penguatan karakter, Mu’ti juga menyoroti pentingnya membangun jejaring internasional selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan profesional dari berbagai negara dinilai dapat membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan karier di masa depan.

Jejaring global yang terbentuk selama masa studi, lanjutnya, juga dapat menjadi modal penting bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga isu-isu pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, Mu’ti mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, mengasah kemampuan bahasa asing, memperkuat rekam jejak akademik, serta aktif mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa dan kesempatan studi di luar negeri.

“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” pungkas Mu’ti.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sivitas akademika Indonesia untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan global guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing bangsa, dan membawa pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh untuk kemajuan Indonesia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *