DetikSR.id BOGOR – Makam Mbah Jago atau Mbah Djaya Laksana terletak di Gunung Payung Makagupay, Kampung Kujang, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Makam ini menjadi salah satu situs ziarah yang dipercaya masyarakat sebagai petilasan tokoh berpengaruh di masa lalu.
Menurut salah satu keturunan Mbah Raden Djaya Laksana, Raden Suryana, Mbah Raden Djaya Laksana semasa hidupnya bergelar Demang.
“Berarti mempunyai kekuasaan wilayah setingkat Kepala Daerah, artinya beliau dipastikan sebagai tokoh yang disegani,” ujarnya di lokasi ziarah, Sabtu (15/8/2026).
Selain berjuluk Demang, kata dia, beliau juga dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di wilayah Jonggol. Hal ini terlihat dari mayoritas penduduk asli yang memeluk Agama Islam hingga saat ini.
Silsilah Keturunan Mbah Jago
R. Suryana juga membeberkan silsilah keturunan beliau untuk menguatkan cerita yang turun-temurun:
*Garis ke bawah:*
Mbah Raden Djaya Laksana (Mbah Jago) → memiliki putra Raden Demang Tameng Laga → berputra Mbah Raden Simbar Djaya → berputra Mbah Raden Karta Widjaya berjuluk Djuragan Narun (Kampung Dayeuh Kolot, Cileungsi) → berputra Mbah Raden Nyai Murtasiah yang bersuami Raden Syekh Muhammad Yusuf (keturunan Mbah Ratu Galuh Pakuan Bogor).
Garis ke atas:
Mbah Raden Djaya Laksana (Mbah Djago) bin Mbah Raden Demang Sota Widjaya bin Mbah Raden Demang Cakra Widjaya bin Mbah Raden Djaya Permeja bin Mbah Raden Djaya Santika bin Mbah Raden Tumenggung Wira Saba bin Mbah Raden Tumenggung Dongkol, sampai ke Sayyidina Gedeng Mataram bin Sayyidina Gedeng Selan bin Sayyidina Muhammad Djagung sampai ke Sayyidina Ibrahim bin Sayyidina Zaenal Abidin bin Sayyidina Husein RA, cucu Nabi Muhammad SAW.
“Kami membuka silsilah sejarah ini untuk mempersatukan, agar tidak bercerai berai dan selalu memperpanjang silaturahmi agar membawa keberkahan untuk kita semua,” tutup R. Suryana.
(Red/Sky)






