Menhan Sjafrie Terima Dubes Ueno, Perkuat Kemitraan Pertahanan dan Apresiasi Bantuan Tiga Chinook Jepang

Berita124 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Jepang, khususnya di sektor pertahanan. Sejumlah isu yang dibahas mencakup kerja sama pertahanan, keamanan maritim, peningkatan kapasitas, serta pengembangan industri dan ekonomi pertahanan.

Kemhan RI menyebut pertemuan Sjafrie dan Ueno juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama kedua negara yang dalam beberapa bulan terakhir semakin intensif.

“Pertemuan membahas penguatan kemitraan strategis, khususnya di bidang pertahanan, keamanan maritim, peningkatan kapasitas, serta kerja sama industri dan ekonomi pertahanan,” demikian keterangan Kemhan RI, dikutip pada (22/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie secara khusus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jepang atas dukungan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dukungan Jepang diwujudkan melalui pengerahan kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook. Helikopter tersebut digunakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla melalui metode water bombing.

“Menhan RI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan melalui pengerahan JS Kunisaki dan helikopter CH-47 Chinook,” tulis Kemhan RI.

Pengerahan Chinook tersebut menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang tidak hanya berlangsung dalam konteks militer dan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga mencakup bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Dalam perkembangannya, JS Kunisaki dipindahkan dari Dermaga Kijing, Mempawah, menuju Ketapang, Kalimantan Barat.
Pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran dan cuaca agar operasi helikopter dapat berlangsung lebih optimal.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan operasi Chinook selanjutnya dilakukan dari dua lokasi, yakni kawasan Pelabuhan Kijing dan lepas pantai Ketapang.

Apresiasi terhadap bantuan Jepang tersebut sebelumnya juga disampaikan langsung Sjafrie kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

Keduanya berkomunikasi melalui telepon ketika Sjafrie meninjau JS Kunisaki di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 15 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan terima kasih atas respons Jepang yang mengerahkan helikopter CH-47 Chinook dengan kemampuan mendukung pemadaman kebakaran.

“Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran,” ujar Sjafrie.

Operasi Chinook Jepang sempat menghadapi penundaan karena kondisi kualitas udara dan jarak pandang yang kurang mendukung. Helikopter kemudian mulai digunakan dalam operasi pemadaman di kawasan Pontianak pada 16 September 2026.

Apresiasi terhadap dukungan Jepang dalam penanganan karhutla berlangsung di tengah semakin intensifnya hubungan pertahanan kedua negara sepanjang 2026.

Hubungan personal dan komunikasi antara Sjafrie dan Koizumi telah berlangsung sejak pertemuan keduanya di sela-sela ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus) pada 2025. Intensitas komunikasi tersebut berlanjut pada 16 April 2026 ketika keduanya kembali bertemu di Bandara Narita, Jepang.

Pertemuan tersebut kemudian berlanjut dengan kunjungan Koizumi ke Indonesia pada 3–4 Mei 2026. Pada 4 Mei, Sjafrie dan Koizumi menggelar pertemuan menteri pertahanan di Jakarta sekaligus menandatangani Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia-Jepang.

DCA menjadi kerangka baru untuk memperluas kerja sama pertahanan kedua negara. Ruang lingkupnya mencakup pertukaran antarpersonel, pendidikan dan penelitian, latihan bersama, keamanan maritim, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan.

Kesepakatan itu juga membuka ruang bagi pengembangan mekanisme dialog pertahanan terpadu, termasuk dialog strategis tingkat pejabat senior dan komunikasi antara kekuatan pertahanan kedua negara pada tingkat operasional.

Kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang kemudian bergerak lebih jauh dari sekadar dialog dan pertukaran personel.

Pada 5 Juni 2026, Sjafrie dan Koizumi kembali bertemu di Jepang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan kelompok kerja yang dibentuk setelah penandatanganan DCA, termasuk kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan.

Kementerian Pertahanan Jepang mencatat Sjafrie menyampaikan keinginan Indonesia untuk merealisasikan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan, termasuk pembahasan mengenai transfer kapal perusak kelas Asagiri dan peralatan lainnya. Pembahasan juga mencakup pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan, keberlanjutan dukungan, serta aspek operasional.

Dengan demikian, hubungan pertahanan Jakarta-Tokyo sepanjang 2026 memperlihatkan cakupan yang semakin luas. Kerja sama tidak hanya menyentuh diplomasi pertahanan, tetapi juga keamanan maritim, peningkatan kapasitas, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga pembahasan teknologi dan peralatan pertahanan.

Pertemuan Sjafrie dengan Dubes Ueno pada 21 September menjadi kelanjutan dari rangkaian tersebut. Di satu sisi, Indonesia kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan konkret Jepang melalui tiga Chinook dalam penanganan karhutla di Kalimantan.

Di sisi lain, kedua negara terus membangun kerangka kerja sama pertahanan yang lebih luas melalui DCA dan berbagai mekanisme kerja sama turunannya.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *