Menhan Sjafrie: Yonif Teritorial Pembangunan, Konsep Pertahanan Unik Yang Tak Ada di Negara Lain

Berita93 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut konsep Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) sebagai salah satu strategi penguatan postur pertahanan Indonesia yang memiliki karakteristik khusus dan tidak diterapkan dalam bentuk serupa di negara lain.

Hal tersebut disampaikan Sjafrie saat meninjau pembangunan pangkalan sekaligus mengecek kesiapan personel Yonif TP 878/Galuh Pakuan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Ini adalah satu batalion yang tidak ada di negara lain, batalion teritorial seperti ini,” kata Sjafrie, sebagaimana dikutip dari keterangannya pada (11/9/2026).

Menurut Sjafrie, keberadaan Yonif TP merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan nasional secara bertahap. Penguatan tersebut tidak hanya mencakup aspek pembangunan kekuatan militer, tetapi juga meliputi kesiapan infrastruktur, pembinaan dan kesejahteraan personel, fungsi teritorial, serta dukungan terhadap ketahanan pangan di daerah.

Ia menegaskan bahwa pembentukan satuan tersebut harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh karena merupakan bagian dari kepercayaan negara dan masyarakat kepada TNI.

“Ini adalah kepercayaan pemerintah dan rakyat kepada kita. Jadi harus kita laksanakan dengan serius,” ujar Sjafrie.

Dalam peninjauan tersebut, Sjafrie melihat langsung perkembangan pembangunan pangkalan Yonif TP 878/Galuh Pakuan. Pangkalan satuan tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 52 hektare.

Sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia maupun masih dalam tahap pembangunan. Fasilitas tersebut antara lain Markas Batalyon, kantor kompi, dapur, ruang makan, aula serbaguna, garasi kendaraan, perumahan prajurit, sarana olahraga, gudang, serta fasilitas latihan berupa lapangan tembak yang direncanakan dibangun untuk mendukung kesiapan satuan.

Sjafrie meminta agar pembangunan berbagai fasilitas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan jumlah personel. Menurutnya, fasilitas dasar seperti ruang makan dan aula serbaguna harus memiliki kapasitas yang memadai sehingga dapat menunjang kegiatan prajurit secara optimal.

Selain fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari, ia juga menekankan pentingnya kepastian penggunaan lahan untuk kegiatan latihan. Ketersediaan area latihan dan lapangan tembak dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga serta meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit.

“Jangan sampai satuan sudah terbentuk, tetapi dukungan fasilitas latihan belum memadai,” kata Sjafrie dalam arahannya.

Selain menjalankan fungsi pertahanan dan teritorial, Yonif TP juga diarahkan untuk berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah penugasannya.

Sjafrie menekankan agar pengembangan sektor pangan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi lokal. Program tersebut, menurut dia, harus memberikan manfaat nyata sekaligus dapat dikelola secara efektif oleh satuan.

Yonif TP 878/Galuh Pakuan saat ini telah mulai mengembangkan sejumlah kegiatan di sektor pertanian dan perikanan. Di antaranya melalui penanaman jagung, padi gogo, pengelolaan kolam ikan, hingga kegiatan peternakan.

Untuk menunjang kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan prajurit, Sjafrie mendorong agar pemilihan komoditas dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kemudahan pemeliharaan, produktivitas, serta manfaat langsung yang dapat dirasakan.

Ia mencontohkan pengembangan kambing perah dan ayam petelur sebagai jenis usaha yang relatif praktis dikelola dan dapat menghasilkan produk pangan secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan bagi lingkungan satuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis potensi wilayah.

Di luar aspek pertahanan dan ketahanan pangan, Sjafrie juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan fungsi teritorial yang menjadi salah satu karakter penting Yonif TP.

Ia menyambut positif keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sejumlah kegiatan tersebut meliputi patroli keamanan, pembersihan sungai, perbaikan tempat ibadah, pelayanan kesehatan bagi warga, serta pendampingan kegiatan di sekolah-sekolah.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial kemasyarakatan harus tetap dilaksanakan secara proporsional dan sesuai dengan tugas pokok satuan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat sekaligus membantu menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Konsep Yonif TP, kata Sjafrie, pada akhirnya tidak semata-mata diarahkan untuk memperkuat kemampuan tempur. Satuan tersebut juga memiliki dimensi teritorial yang menempatkan prajurit sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah serta membantu mengoptimalkan potensi masyarakat dan daerah.

Pembentukan Yonif TP menjadi salah satu bagian dari agenda pemerintah dalam melakukan penguatan postur pertahanan nasional. Implementasinya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan personel, infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kebutuhan operasional satuan.

Dengan pendekatan tersebut, Yonif TP diharapkan mampu menjalankan fungsi pertahanan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan ketahanan masyarakat di wilayahnya.

Sjafrie menegaskan bahwa seluruh unsur pendukung harus dipersiapkan dengan baik agar satuan yang dibentuk tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu menjalankan tugas secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peninjauan ke Yonif TP 878/Galuh Pakuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan untuk memastikan pembangunan satuan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan strategis yang telah ditetapkan pemerintah.

Bagi Indonesia, konsep Yonif Teritorial Pembangunan diproyeksikan menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat pertahanan yang terintegrasi dengan kondisi sosial, ekonomi, dan potensi wilayah, tanpa mengesampingkan profesionalisme serta kesiapan operasional TNI.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *