Menhub Dudy Lantik Ketua dan Anggota KNKT Periode 2026-2030 Perkuat Keselamatan Transportasi Nasional

Berita129 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) periode 2026–2030, Ahmad, memperkuat peran lembaga tersebut dalam meningkatkan keselamatan transportasi nasional.

Dudy menekankan pentingnya investigasi kecelakaan yang independen, objektif, dan profesional, disertai rekomendasi keselamatan yang berkualitas serta dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Dudy saat melantik Ketua dan Anggota KNKT masa jabatan 2026–2030 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada (25/9/2026).

“Jabatan ini merupakan amanah besar untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan transportasi di tanah air,” kata Dudy.

Dalam pelantikan tersebut, Ahmad resmi ditetapkan sebagai Ketua KNKT. Sebelumnya, Ahmad menjabat sebagai Inspektur III pada Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan.

Ahmad akan didampingi Aleik Nurwahyudy sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota.

Sejumlah pejabat lainnya juga dilantik untuk memperkuat struktur KNKT. Chandra Mardhika Saputra dipercaya sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran.

Kemudian, Elingselasri dilantik sebagai Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Wisnu Hariadi sebagai Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas, serta Setyo Gunawan sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian.

Dudy mengatakan susunan kepemimpinan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas KNKT dalam melakukan investigasi pada seluruh moda transportasi, sekaligus memastikan hasil investigasi memberikan dampak nyata terhadap perbaikan sistem keselamatan.

Menurut dia, pelantikan jajaran KNKT bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.

“Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi nasional melalui investigasi yang independen, objektif, dan profesional,” ujarnya.

Dudy menegaskan KNKT memiliki posisi strategis dalam sistem transportasi nasional. Lembaga tersebut tidak hanya bertugas menginvestigasi kecelakaan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi keselamatan yang menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.

Karena itu, Dudy meminta jajaran KNKT menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme dalam setiap proses investigasi.

Menurutnya, kualitas investigasi sangat menentukan kualitas rekomendasi keselamatan yang dihasilkan.
Investigasi harus mampu mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh, termasuk aspek teknis, operasional, sumber daya manusia, regulasi, maupun faktor sistemik yang berpotensi memengaruhi keselamatan.

“Saya berharap Ketua KNKT dan seluruh jajaran dapat terus memperkuat kualitas investigasi, mempercepat penyampaian rekomendasi keselamatan, serta membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Dudy.

Ia juga meminta agar rekomendasi KNKT tidak berhenti sebagai dokumen hasil investigasi. Rekomendasi tersebut harus menjadi dasar perbaikan konkret dalam penyelenggaraan transportasi nasional.

Dudy menekankan setiap kecelakaan transportasi harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Karena itu, hasil investigasi KNKT harus mampu mendorong perubahan dan perbaikan pada sistem keselamatan.

“Tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” tegasnya.

Menurut Dudy, rekomendasi keselamatan harus diarahkan untuk memperbaiki sistem, meningkatkan standar operasional, memperkuat pengawasan, sekaligus membangun budaya keselamatan di seluruh sektor transportasi.

Penguatan tersebut mencakup empat moda utama yang menjadi ruang lingkup investigasi KNKT, yakni transportasi darat, pelayaran, penerbangan, dan perkeretaapian.

Dengan demikian, setiap temuan dari kecelakaan tidak hanya menjadi catatan atas kejadian yang telah berlangsung, tetapi juga menjadi instrumen pencegahan agar risiko serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

“Saya berharap KNKT dapat terus menjadi garda terdepan dalam memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di sektor transportasi,” ujar Dudy.

Dudy juga meminta KNKT memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, peningkatan keselamatan transportasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

Implementasi rekomendasi keselamatan membutuhkan keterlibatan kementerian dan lembaga terkait, operator transportasi, regulator, pemerintah daerah, industri, serta pihak lain yang memiliki peran dalam penyelenggaraan transportasi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap rekomendasi yang dihasilkan KNKT dapat diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

Kementerian Perhubungan, kata Dudy, berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program peningkatan keselamatan transportasi bersama KNKT.

Ia optimistis kepemimpinan KNKT periode 2026–2030 dapat memperkuat kualitas investigasi dan mempercepat perbaikan sistem keselamatan transportasi nasional.

“Dengan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pihak, keselamatan transportasi nasional akan terus meningkat dan pada akhirnya masyarakat akan memperoleh layanan transportasi yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Dudy.

Dengan mandat tersebut, KNKT di bawah kepemimpinan baru menghadapi tantangan untuk memastikan setiap investigasi tidak berhenti pada penentuan penyebab kecelakaan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang mampu mendorong perubahan nyata pada sistem transportasi nasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *