Mensesneg Terima Aspirasi BEM SI Jateng,Pastikan Pemerintah Bergerak Intensif, Kuatkan Rupiah dan Jaga Stabilisas Ekonomi Nasional

Berita51 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerima aspirasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah terkait kondisi perekonomian nasional, khususnya mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Aspirasi tersebut dinilai sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan ekonomi nasional.

Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah menghargai perhatian dan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.

Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Usai mengikuti rapat koordinasi mengenai tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta, pada (8/6/2026), Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah dalam beberapa hari terakhir terus bekerja secara intensif dan terkoordinasi untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang berkembang, baik yang berasal dari faktor domestik maupun global.

“Kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, serta kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, akan memberikan dampak positif bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Prasetyo.

Ia mengakui bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini tidaklah sederhana. Berbagai tekanan eksternal, seperti ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, fluktuasi harga komoditas, hingga pergerakan mata uang dunia turut memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri.

Karena itu, menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan ekonomi memerlukan waktu, konsistensi kebijakan, dan sinergi antarlembaga pemerintah. Ia menilai tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara instan, namun pemerintah terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Permasalahan ekonomi memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun pemerintah terus bekerja keras dan melakukan berbagai upaya agar kondisi ekonomi tetap terjaga serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat,” katanya.

Salah satu langkah yang saat ini ditempuh pemerintah adalah memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional, menjaga arus devisa, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Prasetyo juga menegaskan bahwa semangat yang disampaikan BEM SI Jawa Tengah sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

“Yakinlah bahwa yang dimaksud oleh adik-adik BEM SI ini adalah semangat untuk kita semua, bagaimana kita bersama-sama bekerja keras, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah, salah satunya terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Organisasi mahasiswa tersebut meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat nilai rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BEM SI menilai pelemahan kurs rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, menekan daya beli masyarakat, serta menambah beban dunia usaha yang bergantung pada bahan baku dan transaksi luar negeri. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah dapat memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga kepercayaan pasar serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Diketahui, nilai tukar rupiah saat ini mengalami tekanan terhadap dolar AS dan berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai kalangan karena dapat memengaruhi stabilitas harga, investasi, serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Meski demikian, pemerintah optimistis berbagai kebijakan yang telah dan sedang dijalankan akan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *