Mensos Gus Ipul Instruksikan Seluruh Jajaran Kemensos Sukseskan MPLS Sekolah Rakyat, Perkuat Koordinasi Nasional dan Pengawasan

Berita56 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) bersama seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat yang akan dimulai pada 14 Juli 2026.

Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai target.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi kesiapan MPLS Sekolah Rakyat, yang secara khusus membahas berbagai aspek teknis dan administratif menjelang dimulainya tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada empat klaster utama, yakni kesiapan fisik beserta sarana, prasarana, dan perlengkapan sekolah, kesiapan migrasi serta rekrutmen siswa, kesiapan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, serta kesiapan teknis pelaksanaan MPLS.

“Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial, bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. Jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, pada (3/7/2026).

Selain meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kemensos terlibat aktif, Gus Ipul juga menginstruksikan para kepala sentra untuk mengawal proses perpindahan peserta didik dari Sekolah Rakyat Rintisan menuju Sekolah Rakyat Permanen.

Menurutnya, proses transisi harus berjalan tertib tanpa mengabaikan pengelolaan aset negara.
Ia mengingatkan agar seluruh fasilitas yang ditinggalkan di lokasi Sekolah Rakyat Rintisan tetap dijaga dan dirawat dengan baik.
“Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat. Jangan sampai ada yang hilang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyampaikan enam arahan strategis guna memperkuat kesiapan pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat.

Pertama, mengaktifkan kembali Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat beserta seluruh satuan kerja terkait untuk memastikan koordinasi berjalan efektif serta menjamin kesiapan perpindahan Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen sesuai target pelaksanaan pada 14 Juli 2026.

Kedua, melaksanakan simulasi menyeluruh proses perpindahan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen. Simulasi tersebut akan diawali dengan uji coba di satu lokasi Sekolah Rakyat Permanen sebelum diterapkan secara nasional di seluruh titik penyelenggaraan.

Ketiga, mempercepat distribusi perlengkapan sekolah sekaligus pengadaan kebutuhan siswa baru dengan memastikan seluruh proses berlangsung tepat waktu, transparan, serta bebas dari penyimpangan.

Keempat, meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait alih pengetahuan dalam pengelolaan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Permanen. Koordinasi tersebut mencakup pengelolaan sistem kelistrikan, penyediaan air bersih, keamanan gedung, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Kelima, mengaktifkan kembali Gugus Tugas Pengendalian guna mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan menjelang pelaksanaan MPLS. Gugus tugas juga diminta menyusun langkah mitigasi risiko serta memastikan setiap lokasi Sekolah Rakyat memiliki person in charge (PIC) yang bertanggung jawab memantau seluruh kesiapan.

Keenam, memetakan kebutuhan tambahan anggaran apabila diperlukan guna mendukung kelancaran operasional penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

“Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan,” ujar Gus Ipul menegaskan.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, MPLS Sekolah Rakyat akan berlangsung selama 14–31 Juli 2026. Setelah itu, peserta didik akan mengikuti masa matrikulasi yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 Agustus hingga 30 September 2026.

Selama pelaksanaan MPLS, para siswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut meliputi pengenalan lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi tata tertib, pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kedisiplinan, hingga berbagai aktivitas pendukung lainnya yang bertujuan membangun kesiapan siswa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *