Menteri Nusron Wahid: Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Jadi Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Berita99 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa kepastian hukum hak atas tanah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian tidak akan berkembang secara optimal tanpa adanya jaminan kepastian kepemilikan dan pemanfaatan lahan bagi para petani maupun pelaku usaha pertanian.

“Dari perspektif Kementerian ATR/BPN, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah. Kepastian tersebut menjadi dasar agar lahan pertanian dapat dikelola secara produktif, berkelanjutan, dan terlindungi dari alih fungsi yang tidak terkendali,” kata Nusron Wahid dalam keterangannya di Jakarta, pada (18/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa dukungan Kementerian ATR/BPN terhadap program ketahanan pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui percepatan pemberian kepastian hukum hak atas tanah.

Kementerian juga menjalankan penataan ruang yang berkelanjutan serta memperkuat perlindungan terhadap lahan pertanian produktif agar tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan nasional.

Menurut Nusron, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan lahan pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional.

“Kami berkomitmen memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, lahan-lahan pertanian dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya TNI yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Panen Raya Serentak yang berlangsung di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta para petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi sektor pertanian, sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” kata Nusron.

Dalam kegiatan panen raya di Kota Malang tersebut, berbagai komoditas pertanian dipanen secara bersamaan, antara lain padi, tebu, dan kedelai. Panen raya itu juga menjadi simbol upaya pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan kerja sama lintas sektor.

Sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pemerintah berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika ekonomi global, dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *