Mesir Tawarkan Tambahan Beasiswa Kedokteran Hingga Sains Bagi Mahasiswa RI, Prabowo Sambut Positif

Berita83 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menawarkan tambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan tinggi di Mesir. Tawaran tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, terutama kedokteran, teknik, dan sains, yang dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik tawaran tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas kerja sama pendidikan dengan Mesir. Penguatan hubungan kedua negara, menurut Prabowo, tidak cukup hanya dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga harus dibangun melalui hubungan antarmasyarakat dan pertukaran pengetahuan.

Hal itu disampaikan Prabowo seusai melakukan pertemuan dengan Presiden El-Sisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada (11/10/2026).

Prabowo mengatakan, Mesir selama ini menjadi salah satu tujuan penting bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, hubungan pendidikan kedua negara perlu terus ditingkatkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

“Saudara-saudara sekalian, penguatan hubungan antara negara juga perlu ditopang oleh hubungan antarmasyarakat yang semakin erat. Di bidang pendidikan, kita ketahui bersama bahwa jumlah mahasiswa-mahasiswa kita sangat besar yang sedang menempuh pendidikan di Mesir,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dengan berbagai institusi pendidikan di Mesir, khususnya Universitas Al-Azhar, telah terjalin sejak lama.

Hubungan historis tersebut kini berpeluang dikembangkan melalui program pendidikan yang lebih luas dan saling menguntungkan.

Salah satu perkembangan yang disoroti Prabowo adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar. Program tersebut dinilai menjadi salah satu wujud meningkatnya hubungan akademik dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Mesir.

“Hubungan kita dengan Universitas Al-Azhar sudah cukup lama, dan sekarang hubungan itu ingin kita tingkatkan. Saudara-saudara, sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” ujarnya.

Perluas Kerja Sama, Tak Hanya Mengirim Mahasiswa ke Mesir

Prabowo menegaskan, penguatan kerja sama pendidikan Indonesia-Mesir tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Pemerintah juga ingin membuka ruang bagi lembaga pendidikan Mesir untuk berkontribusi secara langsung dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Langkah tersebut, menurut Prabowo, dapat ditempuh melalui kehadiran institusi pendidikan Mesir di Indonesia, serta pengiriman dosen dan tenaga pendidik untuk memperkuat pertukaran keilmuan.

“Kita juga ingin bahwa pendidikan pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia ke Mesir ditingkatkan, tapi juga kita mengundang lembaga-lembaga pendidikan dari Mesir untuk hadir di Indonesia, dengan juga mengirim dosen-dosen dan tenaga-tenaga pendidik ke Indonesia,” kata Prabowo.

Ke depan, Indonesia juga membuka peluang untuk memperluas kemitraan antaruniversitas, pertukaran mahasiswa, dan riset bersama. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik kedua negara sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyampaikan apresiasi atas tawaran tambahan beasiswa dari pemerintah Mesir, terutama untuk bidang kedokteran, teknik, dan sains.

“Ke depan, Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, riset bersama, dan menjajaki peluang kerja sama di bidang-bidang lain. Kami terima kasih, apresiasi tawaran Mesir untuk memberi tambahan beasiswa khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan sains,” ucapnya.

Tawaran tersebut membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi di bidang yang membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis.

Namun, besaran tambahan kuota beasiswa, mekanisme seleksi, serta jadwal pelaksanaannya belum dirinci dalam pernyataan yang disampaikan pada kesempatan tersebut.

El-Sisi Tegaskan Mesir Terbuka Bagi Mahasiswa Indonesia

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk terus menerima mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Mesir. Ia menyebut pendidikan dan kebudayaan sebagai bagian penting dari hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara kedua negara.

El-Sisi mengatakan, Mesir siap menyambut ribuan mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Universitas Al-Azhar maupun perguruan tinggi lainnya di negara tersebut.

“Kami juga sudah membahas bagaimana semua jalan untuk kerja sama kebudayaan dan pendidikan karena itu bagian dari hubungan yang sudah mengakar. Kemudian kami juga untuk bisa, Mesir siap selalu menyambut ribuan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Al-Azhar dan di universitas lain di Mesir,” kata El-Sisi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kerja sama pendidikan dan kebudayaan untuk memperkuat persahabatan, persaudaraan, serta pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Mesir.

“Dengan kami juga sangat serius untuk terus kerja sama menjadi jembatan yang menguatkan hubungan antara persaudaraan dan persahabatan dan saling memahami antara kedua bangsa,” ujarnya.

Peluang Strategis Bagi Pengembangan SDM Indonesia

Tawaran tambahan beasiswa tersebut menjadi peluang untuk memperdalam kerja sama Indonesia-Mesir, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Bidang kedokteran, teknik, dan sains memiliki relevansi strategis bagi kebutuhan tenaga profesional, penguatan riset, serta penguasaan teknologi.

Di sisi lain, perluasan program beasiswa perlu diikuti dengan informasi yang jelas mengenai jumlah penerima, persyaratan akademik, pembiayaan, dan mekanisme seleksi.

Kejelasan tersebut penting agar kesempatan pendidikan dapat diakses secara transparan oleh calon mahasiswa Indonesia yang memenuhi kriteria.

Dengan hubungan pendidikan yang telah berlangsung lama, Indonesia dan Mesir memiliki landasan untuk membangun kemitraan yang lebih luas, tidak hanya melalui pengiriman mahasiswa, tetapi juga pertukaran dosen, kolaborasi riset, dan pengembangan institusi pendidikan.

Bagi Indonesia, kerja sama ini berpotensi menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sementara bagi kedua negara, penguatan hubungan akademik dapat menjadi jembatan jangka panjang untuk mempererat hubungan bilateral melalui ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pertukaran generasi muda.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *