OJK Terima Sejumlah Paket Calon Direksi BEI, Seleksi Awal Dimulai Jelang RUPS Juni 2026

Berita76 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi telah menerima sejumlah paket pencalonan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang batas akhir pendaftaran pada 4 Mei 2026. Saat ini, paket calon yang telah masuk sedang menjalani tahap awal evaluasi administratif sebelum memasuki proses seleksi lanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa proses pendaftaran telah berjalan sesuai jadwal dan minat terhadap posisi strategis di BEI cukup tinggi.

“Sudah ada, jadi sudah ada yang masuk ke kami secara resmi walaupun batas waktunya belum selesai,” ujar Hasan dalam keterangannya di Jakarta, (27/4/2026).

Menurut Hasan, proses pencalonan direksi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026. Sesuai ketentuan, pengajuan nama-nama calon direksi harus dilakukan paling lambat 60 hari sebelum pelaksanaan RUPS.

“Batas waktu terakhir pengajuan calon Direksi Bursa Efek Indonesia yang RUPS-nya dilaksanakan di akhir Juni sesuai ketentuan, kalau ditarik mundur itu di tanggal 4 Mei 2026. Sudah ada paket yang masuk,” jelasnya.

Hasan menjelaskan, OJK kini tengah menelaah kelengkapan dokumen dan persyaratan administratif dari setiap paket pencalonan yang diterima. Tahap ini menjadi proses awal sebelum kandidat melanjutkan ke seleksi kelayakan dan kompetensi.

Evaluasi tersebut mencakup pemeriksaan dokumen formal, rekam jejak profesional, integritas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di sektor jasa keuangan dan pasar modal.

Untuk memastikan proses berjalan objektif dan transparan, OJK juga telah membentuk panitia seleksi (pansel) khusus. Tim ini bertugas menilai para kandidat dari sisi administratif maupun kemampuan profesional.

Menariknya, pansel tidak hanya dibentuk untuk proses pemilihan Direksi BEI, tetapi juga untuk seleksi Direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta Komisaris Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

“Kami sudah membentuk panitia seleksi untuk tiga proses dimaksud, baik untuk pencalonan Direksi Bursa Efek Indonesia, pencalonan Direksi KPEI, dan juga pencalonan komisaris KSEI,” kata Hasan.

Proses seleksi yang dilakukan secara paralel terhadap tiga lembaga infrastruktur pasar modal tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, profesionalisme, dan daya saing pasar modal Indonesia.

BEI, KPEI, dan KSEI merupakan pilar utama ekosistem pasar modal nasional. Karena itu, pemilihan jajaran pimpinan di masing-masing lembaga menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan reformasi, inovasi, serta perlindungan investor di tengah dinamika pasar global.

Setelah tahapan administrasi selesai, para kandidat yang lolos akan mengikuti uji kemampuan dan kompetensi sebelum nantinya diputuskan dalam forum RUPS masing-masing lembaga.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *