Olah TKP Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, Polisi Ungkap Bus Hindari Lubang Sebelum Tabrakan Maut

Berita Daerah208 Dilihat

DetikSR.id MURATARA – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan bersama Satlantas Polres Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kamis (8/5/2026).

Dalam kecelakaan tragis tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia, tiga korban mengalami luka bakar berat, dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.

Petugas turut menghadirkan kenek Bus ALS, M Fadli (30), untuk memberikan keterangan terkait kronologi kecelakaan. Dalam keterangannya, Fadli menyebut bus melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam sebelum tiba di lokasi kejadian.

“Bus berusaha menghindari lubang di badan jalan. Saat mengambil jalur kanan, dari arah berlawanan muncul truk tangki BBM dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Fadli kepada petugas.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar penumpang tengah tertidur saat kecelakaan terjadi. Fadli mengaku berhasil menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca bus lalu melompat keluar sesaat setelah benturan terjadi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Maesa Soegriwo, membenarkan kronologi tersebut. Menurut dia, kecelakaan bermula ketika Bus ALS yang melaju dari arah Lubuk Linggau mencoba menghindari lubang di badan jalan dengan mengambil jalur kanan.

“Bus menghindari lubang lalu mengambil jalur kanan. Pada saat bersamaan datang mobil tangki milik PT Sele Raya sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Maesa saat olah TKP.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (7/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah hingga terbakar.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk proses identifikasi. Hingga kini, Tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi 10 korban meninggal dunia, yakni:
Aryanto (49), sopir truk tangki asal Lubuk Linggau
Martono (48), penumpang truk tangki asal Muratara
Alif (44), sopir Bus ALS asal Jawa Tengah
Saf (50), kenek Bus ALS asal Medan
Maleh (42), kru Bus ALS asal Medan
Relodo, penumpang Bus ALS
Zulkifli, penumpang Bus ALS
Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS
Rani, penumpang Bus ALS
Bela, penumpang Bus ALS
Sementara enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI Polri.
Adapun korban selamat dalam insiden tersebut yakni Jumiatun (35) warga Pati, Ngadiono (44) warga Pati, Muhammad Fahrul Hubaidi (31) warga Tegal, serta M Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau.
Tiga korban selamat mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit, sedangkan M Fadli hanya mengalami luka ringan. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *