Pattimura International Big Fight 2026 di Gelar di Auditorium TVRI, Kebangkitan Tinju Nasional

Olahraga40 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA — Ajang tinju bertajuk Pattimura International Big Fight 2026 resmi digelar di Auditorium TVRI Senayan, Jakarta, pada Jumat malam (29/5/2026). Acara internasional ini menghadirkan petinju dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mengusung semangat kepahlawanan Kapitan Pattimura serta semangat kebangkitan olahraga tinju nasional.

Acara dibuka dengan meriah oleh pembawa acara Fatih Sundara, yang menyapa ribuan penonton yang memadati ruangan auditorium. Dalam sambutannya, ia menyebutkan turnamen ini sebagai salah satu ajang tinju internasional terbesar pada pertengahan tahun 2026.

“Malam ini, semangat dan ketangguhan Pattimura akan terbakar di atas ring. Kita akan menyaksikan betapa hebatnya para petinju yang tampil dalam turnamen internasional terbesar di pertengahan tahun ini,” ujar Fatih di atas ring utama.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi sejumlah pihak, antara lain Persatuan Bola Rahwana Indonesia (PBRI), promotor pertandingan Nikolas J Kilikily, Pemerintah Provinsi Maluku, serta didukung oleh berbagai sponsor dan panitia pelaksana.

Nikolas J Kilikily SH MH

Dalam sambutannya, Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas J Kilikily SH MH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan acara ini, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, hingga unsur kepolisian.

“Acara ini dapat terselenggara berkat kerja sama antara pemerintah daerah, sponsor, dan panitia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Maluku dan Ketua DPRD Maluku yang sangat mendukung kegiatan ini,” kata Nikolas.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan nama “Pattimura International Big Fight” bukan sekadar simbol olahraga, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan Kapitan Pattimura.

“Pattimura bukan hanya pahlawan nasional, melainkan juga simbol keberanian, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pattimura ke-209, yang dikemas melalui pertandingan tinju internasional sebagai upaya membangkitkan kembali gairah tinju nasional.

Nikolas menilai bahwa olahraga tinju Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami penurunan. Menurutnya, minimnya perhatian terhadap pembinaan dan fasilitas membuat proses regenerasi atlet tinju berjalan lambat.

Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M.,

Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M., yang juga selaku Pembina Promotor Pattimura International Big Fight 2026, menegaskan bahwa ajang tinju bertajuk “Pertandingan Tinju Ampro Era Prestasi Indonesia Emas” menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju profesional Indonesia.

Dalam sambutannya Borlak menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan panjang dengan dunia tinju profesional sejak 1998. Ia mengaku tumbuh dan dibesarkan melalui dunia olahraga adu pukul tersebut.

“Dunia tinju ini tidak asing lagi bagi saya. Saya lahir mulai tahun 1998 di tempat ini, dibesarkan melalui tinju profesional,” ujar Borlak di hadapan para tamu undangan dan insan tinju nasional.

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perwakilan Menteri Agama, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, unsur DPRD, Ketua Umum Gabungan Remaja Islam Board (GRIB) H. Hercules, pejabat TVRI, sponsor, serta komunitas pecinta tinju dari berbagai daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *