PDIP Kehilangan Guruh Soekarnoputra, Hasto: Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

Berita145 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Keluarga besar PDI Perjuangan (PDIP) berduka atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra, adik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Partai berlambang banteng moncong putih itu mengenang Guruh bukan hanya sebagai seniman besar, tetapi juga sebagai sosok Marhaenis dan pejuang partai.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kepergian Guruh menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar partai.

“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, pada (26/9/2026).

Menurut Hasto, sosok Guruh memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan partai. Guruh dikenal luas melalui kiprahnya di bidang seni dan kebudayaan, sekaligus memiliki keterikatan dengan perjuangan politik yang menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Soekarno.

Sebagai bentuk penghormatan atas kepergian Guruh, Hasto menginstruksikan seluruh jajaran struktur PDIP untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang.

Instruksi tersebut berlaku mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting, hingga anak ranting.

“Berkaitan dengan hal tersebut, kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting agar mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama 7 hari,” ujar Hasto.

Guruh Tutup Usia di RS MRCCC Siloam Semanggi

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada (26/9/2026) pagi.

Hasto menyampaikan Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB. Kabar tersebut sekaligus mengakhiri masa penantian keluarga dan kader PDIP yang sebelumnya memanjatkan doa untuk kesembuhan Guruh.

Sehari sebelumnya, kabar mengenai kondisi Guruh yang kritis telah dikonfirmasi sejumlah elite PDIP. Hasto saat itu meminta masyarakat mendoakan Guruh. Politikus PDIP Guntur Romli juga menyebut internal partai menggelar doa bersama untuk kesembuhannya.

Dalam keterangan duka yang disampaikan kepada publik, Hasto menyebut nama lengkap Guruh, Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno, serta menyampaikan doa bagi almarhum.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun,” kata Hasto.

Hasto kemudian meminta masyarakat dan seluruh kader PDIP memberikan doa terbaik bagi Guruh. Ia juga memohon agar pintu maaf dibukakan atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup.

“Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari almarhum tercinta,” ujar Hasto.

Ia melanjutkan, “Selanjutnya mohon doa, semoga Almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya.”

Seniman Besar Dalam Keluarga Soekarno

Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan seni dan kebudayaan Indonesia. Ia merupakan putra Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, sekaligus adik Megawati Soekarnoputri.

Namanya telah lama dikenal melalui kiprahnya sebagai seniman, musisi, koreografer, dan budayawan. Di luar dunia seni, Guruh juga memiliki perjalanan politik dan pernah menjadi bagian dari parlemen serta lingkungan politik PDI Perjuangan.

Bagi PDIP, kedekatan Guruh dengan garis perjuangan Soekarno menjadi bagian penting dari cara partai mengenang sosoknya. Hasto secara khusus menyebut Guruh sebagai Marhaenis dan pejuang partai, dua istilah yang menempatkan Guruh tidak semata sebagai figur keluarga Soekarno ataupun seniman, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan ideologis dan politik partai.

Kepergian Guruh kini meninggalkan duka bagi keluarga, kalangan seniman, serta keluarga besar PDI Perjuangan. Pengibaran bendera partai setengah tiang selama tujuh hari menjadi bentuk penghormatan PDIP atas sosok yang disebut Hasto sebagai seniman besar, Marhaenis, sekaligus pejuang partai.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *