Pemprov DKI Gandeng UI, Limbah Kerang Cilincing Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan

Berita113 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk mengolah limbah kerang yang menumpuk di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara.
Kerja sama ini bertujuan mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa limbah kerang akan diolah menjadi berbagai produk bernilai guna. Inovasi ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah berhasil mengubah limbah kerang menjadi paving block.

“Tentang limbah kerang, kami sudah melakukan kerja sama dengan UI. Kalau yang tahun lalu dijadikan paving block, untuk yang sekarang ini akan dijadikan sarana prasarana, misalnya untuk kebutuhan WC, kemudian juga untuk suvenir,” ujar Suharini dalam keterangannya di Jakarta, (15/4/2026).

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons atas persoalan limbah kerang yang sempat viral karena menumpuk di wilayah pesisir Cilincing.

Penumpukan tersebut tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran dan bau tidak sedap bagi warga sekitar.
Melalui kolaborasi dengan UI, limbah kerang kini diolah dengan pendekatan ilmiah dan teknologi tepat guna.

Hasilnya tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk fungsional seperti material bangunan dan barang kerajinan yang memiliki nilai jual.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan pengelolaan sampah pesisir yang berkelanjutan. Selain berdampak pada lingkungan, pengolahan limbah kerang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah di kawasan pesisir.

Dengan inovasi ini, limbah kerang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini bertransformasi menjadi sumber daya yang bermanfaat, sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di wilayah perkotaan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *