Pendidikan & Pelatihan Mapala Stacia UMJ Rock Climbing (Natural Climbing)

Pendidikan78 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Pada hari Rabu 29 Juli 2026 telah dilaksanakan materi Rock Climbing (Natural Climbing), yaitu kegiatan pemanjatan yang dilakukan pada tebing alami sebagai bagian dari rangkaian pendidikan dan pelatihan anggota Mapala STACIA Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang peserta yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai prosedur keselamatan dalam pemanjatan tebing alam.

Materi dilaksanakan di Tebing Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang dipilih karena memiliki karakteristik medan yang sesuai untuk pembelajaran teknik dasar hingga lanjutan dalam panjat tebing alam.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini di bawah arahan instruktur dan senior yang telah berpengalaman di bidang panjatj tebing.

Selain mempelajari teknik dasar pemanjatan pada tebing alami, peserta juga mendapatkan materi mengenai multi-pitch rock climbing, yaitu teknik pemanjatan yang dilakukan secara bertahap pada jalur yang memiliki lebih dari satu pitch atau etape pemanjatan.

Teknik ini dilaksanakan oleh dua orang pemanjat yang bekerja sebagai satu tim.

Dalam praktiknya, pemanjat pertama (leader) memulai pemanjatan terlebih dahulu sambil memasang titik-titik pengaman hingga mencapai belay station.

Setelah posisinya aman, leader kemudian membelay pemanjat kedua (second/follower) dari atas. Selanjutnya, pemanjat kedua memanjat jalur yang sama sambil melepaskan perlengkapan pengaman yang telah dipasang oleh leader hingga keduanya berada pada belay station yang sama.

Proses tersebut diulangi pada setiap pitch hingga seluruh jalur pemanjatan berhasil diselesaikan.

Pelaksanaan materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam melakukan pemanjatan tebing alam secara aman, meningkatkan komunikasi dan kerja sama antarpemanjat, serta melatih penguasaan penggunaan peralatan dan sistem pengamanan sesuai dengan standar keselamatan panjat tebing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami dan menerapkan teknik rock climbing dan multi-pitch rock climbing dengan baik sebagai bekal dalam kegiatan ekspedisi maupun aktivitas kepencintaalaman di masa mendatang. (Red/adg/Reyhan Doni Febriana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *