Perselisihan di Pasar Inpres Berujung Maut, Pedagang Pisang Molen Tewas Ditusuk

Berita Daerah83 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Perselisihan yang diduga bermula dari persoalan air minum berujung maut di kawasan Pasar Inpres, Jalan Panorama, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Seorang pedagang pisang molen bernama Sukri meninggal dunia setelah diduga ditusuk menggunakan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Sukri sedang berjualan di kawasan Pasar Inpres. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, persoalan bermula saat Yuyun mengambil air minum milik anak Sukri. Korban kemudian menegur Yuyun.

Anak korban, Rijal Effendi kepada awak media mengatakan persoalan tersebut kemudian berlanjut setelah Yuyun menceritakan kejadian itu kepada suaminya, yang disebut berinisial HT.
“Peristiwanya itu karena ayah saya memarahi Yuyun, karena Yuyun mengambil air minum punya adik saya. Setelah itu, suaminya datang ke pasar dan menusuk ayah saya sampai akhirnya meninggal dunia,” ujar Rijal.

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, kronologi kejadian bermula saat korban sedang berjualan pisang molen di Jalan Panorama. Kemudian, seorang pria berinisial H datang dan menuduh Sukri kerap mengganggu istrinya, Yuyun.

Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP M. Kurniawan Azwar, didampingi Kanit Pidum Ipda Marco Antonio Panagian Butar-Butar, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Tiba-tiba datang pelaku H datang dan menuduh korban sering mengganggu istrinya (Yuyun),” ungkap Marco kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Tuduhan tersebut kemudian memicu pertengkaran antara korban dan H. Cekcok selanjutnya berkembang hingga terjadi dugaan tindak kekerasan.
Dalam situasi tersebut, H diduga mengeluarkan senjata tajam. Korban yang melihat senjata tersebut kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi.

Namun, korban diduga dikejar oleh H bersama seorang pria berinisial U yang disebut sebagai keponakannya.
Dalam pengejaran tersebut, Sukri diduga ditusuk sebanyak satu kali pada bagian dada sebelah kiri. Akibat luka tersebut, korban terjatuh di jalan.
“Setelah melakukan penusukan terhadap korban, pelaku melarikan diri meninggalkan TKP,” ujar Marco.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi Sukri ke RS AR Bunda Lubuk Linggau untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setelah mendapatkan perawatan, kondisi korban tidak tertolong. Sukri akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Lubuk Linggau. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap kronologi, motif, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa penusukan tersebut. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *