Petani Lubuk Linggau Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Hama Tikus dan Burung

Berita Daerah229 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Petani padi di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, terancam mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus dan burung yang terjadi secara bersamaan di sejumlah area persawahan.

Kondisi tersebut membuat para petani mempertanyakan peran dan respons Dinas Pertanian Kota Lubuk Linggau dalam membantu penanganan serangan hama yang dinilai semakin meresahkan.
Di beberapa lokasi persawahan, bulir padi yang mulai menguning habis digerogoti tikus pada malam hari. Sementara pada siang hari, kawanan burung datang bergerombol dan memakan padi yang hampir memasuki masa panen.

Para petani mengaku telah melakukan berbagai upaya secara mandiri, mulai dari memasang jaring hingga alat pengusir suara. Namun, cara tersebut dinilai belum mampu menekan serangan hama yang terus meluas.

“Kami sudah pasang jaring dan alat pengusir suara, tapi hama tetap datang. Kalau kondisi ini terus terjadi, hasil panen bisa habis. Kami ingin tahu, di mana peran Dinas Pertanian? Apakah ada bantuan atau solusi nyata untuk kami?” ujar salah seorang petani di Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Minggu (18/5/2026).

Petani berharap Dinas Pertanian segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan serta memberikan penanganan hama secara terpadu. Mereka juga meminta bantuan berupa perangkap tikus, obat pengusir burung yang aman, hingga pendampingan teknis agar tanaman yang tersisa masih dapat diselamatkan.
Menurut para petani, jika tidak segera ditangani, serangan hama tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan kerugian besar dan menurunkan hasil produksi padi pada musim panen kali ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kota Lubuk Linggau terkait langkah penanganan yang akan dilakukan terhadap keluhan para petani tersebut. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *