DetikSR.id Jakarta – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pengajian Hari BerMuhammadiyah yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Jl Kramat Raya no.49 Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Hadir dalam acara Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin M.A., sebagai penceramah, Ketua PWM DKI Jakarta, Ketua dan anggota PDM seJakarta, Ketua dan anggota PCM seJakarta, Ketua dan anggota PRM seJakarta, Ketua dan anggota PWA DKI Jakarta, Ketua dan anggota PDA seJakarta dan masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., Ketua PWM DKI jakarta menyampaikan, rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh ketua dan anggota PDM, PCM, PRM, PWA dan PDA seDKI Jakarta yang telah hadir dalam acara ini,
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka Pengajian Hari BerMuhammadiyah yang diselenggarakan oleh PWM DKI jakarta untuk memperkuat hubungan silaturahim dan kesolidan warga Muhammadiyah yang ada di DKI Jakarta.

Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, M.A., dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya memaknai Pengajian Hari BerMuhammadiyah, Ia menilai kegiatan ini merupakan momen dalam mempererat hubungan. Selain itu dalam ceramahnya Ia memaparkan perjuangan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.
Selanjutnya ia juga menilai bahwa, Pengajian Hari BerMuhammadiyah ini mempunyai makna yang sangat penting diantaranya yang pertama harus Bergembira, Bermakna, Berdampak dan Beramal dalam berorganisasi, Di akhir ceramahnya Din Syamsuddin mengajak berdo’a bersama untuk para pendahulu yang telah berjuang dalam kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu Ketua PDM Jakarta Barat, Dr. Ir. H. Narmodo Rachmani, M.Ag., saat wawancara mengatakan, “Acara Pengajian Hari BerMuhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta ini menghadirkan seorang tokoh nasional bahkan internasional yaitu Professor Din Syamsudin.”

Menurutnya, kegiatan ini adalah satu penyegaran bagi kita dan realitas yang memang kita hadapi seperti itu dan ini adalah satu gambaran bahwa kita memang harus berubah menjadi maju dan tentunya ini bagian dari kita bagaimana bisa mencerdaskan umat dan para warga Muhammadiyah ke depan untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
“Sehingga istilah yang tadi sambil berseloroh jangan menjadi Indonesia cemas gitu ini adalah kita harus tantang kita harus buktikan bahwa 2045 adalah memang benar-benar menjadi Indonesia Emas untuk rakyat Indonesia,”
“Dari mana? Tentunya kita yang harus mengubah kita yang harus menjadikan cemas itu menjadi emas bukan orang lain bukan siapa-siapa, tapi tentunya kita warga Muhammadiyah dan rakyat Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama. Melalui Pengajian Hari BerMuhammadiyah ini lebih memperkuat kebersamaan dan silaturahmi warga Muhammadiyah seDKI Jakarta.(Red/za)






