Prabowo dan Macron Capai Empat Kesepakatan Strategis, Perkuat Kerja Sama Energi, Investasi, dan Pertahanan Indonesia–Prancis

Nasional68 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis menghasilkan empat kesepakatan komersial baru yang menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, investasi, serta kerja sama pertahanan yang diyakini akan membuka peluang ekonomi dan industri yang lebih luas bagi kedua negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konkret dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berlangsung di Istana Élysée pada 28 Mei 2026.

“Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan,” ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, pada (30/5/2026).

Menurut Teddy, kesepakatan yang dicapai mencerminkan semakin eratnya hubungan kemitraan strategis Indonesia dan Prancis yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan energi, tetapi juga mencakup peningkatan investasi di sektor hilirisasi industri, pengembangan mineral kritis, percepatan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa, serta kolaborasi dalam pengembangan industri pertahanan kedua negara.

Pemerintah Indonesia menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis karena sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Eropa.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dan Presiden Macron turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council atau Forum Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia–Prancis.

Forum yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama MEDEF International itu menjadi wadah baru untuk memperkuat sinergi dunia usaha kedua negara.
Forum tersebut mempertemukan sekitar 30 pimpinan perusahaan dan kelompok industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis.

Teddy menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang hadir memiliki total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat. Besarnya nilai tersebut menunjukkan tingginya minat kalangan bisnis terhadap prospek kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis.

“Forum ini diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperluas investasi, memperkuat hubungan bisnis, serta mengawal implementasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai kedua negara,” kata Teddy.

Pemerintah juga menilai pembentukan forum bisnis tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan ekonomi yang telah terjalin erat sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara berhasil menandatangani 27 nota kesepahaman dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi, infrastruktur, teknologi, hingga pertahanan.

Selain menghasilkan sejumlah kesepakatan ekonomi dan investasi, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis juga mendapat sambutan kenegaraan yang istimewa dari pemerintah setempat.

Setibanya di Paris, Presiden Prabowo disambut dalam upacara resmi di kompleks Les Invalides dan diterima oleh Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu.

Dari lokasi tersebut, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Istana Élysée dengan pengawalan kehormatan yang melibatkan 146 pasukan berkuda serta 27 personel motoris.

Setibanya di istana kepresidenan Prancis, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron.

Teddy menilai rangkaian penyambutan kenegaraan yang berlangsung penuh kehormatan tersebut menjadi simbol kuat eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.

Menurutnya, penghormatan yang diberikan pemerintah Prancis mencerminkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam percaturan internasional.
“Rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung penuh kehormatan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara. Kehormatan bagi Presiden adalah kehormatan bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Teddy.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis diharapkan menjadi momentum baru dalam mempercepat realisasi investasi, memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke kawasan Eropa, serta memperkuat kerja sama strategis di bidang energi, teknologi, dan pertahanan.

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang, kemitraan Indonesia–Prancis dinilai semakin penting dalam mendukung stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan industri yang berkelanjutan bagi kedua negara.

Dengan berbagai kesepakatan yang telah dicapai, kedua negara optimistis hubungan bilateral Indonesia dan Prancis akan memasuki fase yang lebih erat, produktif, dan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat posisi keduanya sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik dan Eropa.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *