DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memberikan bonus dan penghargaan kepada para atlet peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026. Bonus yang diberikan pemerintah mencapai Rp3 miliar bagi atlet peraih medali emas nomor perorangan.
Penyerahan bonus secara simbolis berlangsung di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada (29/10/2026). Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan negara atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh anggota kontingen Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan pihak yang terlibat dalam perjuangan kontingen Indonesia.
“Atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia, atas nama pemerintah saya ucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin, seluruh atlet, pelatih, dan semua yang ikut serta dalam kontingen Indonesia dalam Asian Games dan Asian Para Games,” kata Prabowo.
Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi dengan melampaui target yang telah ditetapkan pada kedua ajang olahraga tersebut.
Pada Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026, Indonesia berhasil mengoleksi 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan lima medali emas itu melampaui target awal pemerintah sebanyak empat emas.
“Alhamdulillah di Asian Games dari target empat medali emas, kita berhasil meraih lima medali emas, 11 perak, 23 perunggu, untuk totalnya 39 medali,” ujar Prabowo.
Prestasi lebih besar juga ditorehkan kontingen Indonesia pada Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026. Para atlet berhasil membawa pulang 73 medali, dengan rincian 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Jumlah tersebut melampaui target awal tujuh medali emas.
Dengan demikian, kedua kontingen Indonesia mengumpulkan total 112 medali dari dua ajang olahraga tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjelaskan, pemerintah memberikan bonus dengan nominal berbeda berdasarkan jenis medali dan kategori nomor pertandingan.
Untuk nomor perorangan, atlet peraih medali emas mendapatkan Rp3 miliar, perak Rp525 juta, dan perunggu Rp262,5 juta.
Sementara itu, pada nomor ganda, bonus yang diberikan sebesar Rp2,4 miliar untuk emas, Rp420 juta untuk perak, dan Rp210 juta untuk perunggu.
Adapun atlet nomor beregu memperoleh bonus Rp1,5 miliar untuk medali emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta untuk perunggu.
Pemerintah juga memberikan apresiasi finansial kepada para pelatih yang turut berperan dalam pencapaian prestasi atlet.
Pelatih atlet nomor perorangan atau ganda mendapatkan bonus Rp900 juta untuk medali emas, Rp157,5 juta untuk perak, dan Rp78,75 juta untuk perunggu.
Sementara pelatih nomor beregu memperoleh Rp1,2 miliar untuk emas, Rp210 juta untuk perak, dan Rp105 juta untuk perunggu.
Untuk medali kedua dan seterusnya yang diraih atlet, bonus bagi pelatih diberikan sebesar Rp450 juta untuk emas, Rp78,75 juta untuk perak, dan Rp39,375 juta untuk perunggu.
Erick menegaskan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kerja keras atlet sekaligus upaya memberikan kepastian bahwa prestasi olahraga memiliki apresiasi yang layak.
Menurut dia, anggapan bahwa masa depan atlet tidak menjanjikan perlu diubah melalui dukungan nyata terhadap kesejahteraan dan penghargaan atas prestasi mereka.
“Apresiasi langsung beliau berikan dengan langsung menyerahkan bonus sebesar Rp3 miliar untuk peraih medali emas. Tetapi kalau yang ganda atau yang berdua itu nilainya Rp2,4 miliar, dan kalau yang beregu nilainya Rp1,5 miliar,” ujar Erick dalam keterangannya di Istana.
Untuk merealisasikan pemberian bonus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp158,3 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp61,1 miliar dialokasikan bagi atlet peraih medali Asian Games, sedangkan Rp97,2 miliar diberikan kepada atlet peraih medali Asian Para Games.
Bonus secara simbolis diserahkan kepada sejumlah perwakilan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga.
Mereka antara lain Desak Made dari cabang panjat tebing, Nurisa Dian Ashrifah dari panahan, I Kadek Dwi dari para-atletik nomor lempar cakram, Muhammad Iqbal dari menembak, Junaidi dari para-judo, Eugenia Diva dari para-wushu, serta Yayang Gunaya dari para-tenis meja.
Pelatih bulu tangkis Indra Wijaya juga menjadi salah satu penerima apresiasi secara simbolis.
Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid, menyambut positif perhatian pemerintah terhadap para atlet. Menurutnya, pemberian bonus menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas latihan.
“Ini tentu menjadi motivasi yang sangat besar sekali untuk para atlet kita untuk terus mengembangkan skill-nya, untuk mengembangkan kemampuannya. Karena mereka tahu bahwa kalau mereka sangat serius melakukan latihan dan lain sebagainya, reward-nya atau hadiahnya juga maksimal,” kata Yenny.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan kemenangan dan perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga menjadi salah satu cerminan kekuatan, semangat, serta kehormatan suatu bangsa.
“Bonus bukan sekadar hadiah, bonus adalah pengakuan, penghargaan atas jerih payah saudara-saudara,” tegas Prabowo.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kekuatan olahraga nasional melalui pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat fondasi pembinaan atlet, termasuk melalui peningkatan kualitas fasilitas dan sarana pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kita harus membina dari anak-anak SD, untuk itu sekolah-sekolah akan kita perbaiki di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Prabowo mengingatkan bahwa pencapaian kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya bukanlah akhir dari perjuangan. Pembinaan olahraga nasional, kata dia, harus dilakukan secara lebih serius, terarah, dan sistematis agar Indonesia mampu mencetak atlet berprestasi secara berkelanjutan.
“Perjalanan masih jauh, usaha kita harus lebih keras lagi, lebih sistematis. Para pemimpin negara, para pengelola, mari kita bersatu, berjuang merumuskan langkah-langkah terbaik untuk bangsa kita, untuk anak-anak kita, untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Ervinna






