Prabowo: TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat Harus Selalu Bersama Masyarakat, Berperan Dukung Kesejahteraan Rakyat Kunci Fondasi Pertahanan Negara

Nasional69 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat.

Menurutnya, kedua institusi tersebut adalah “anak kandung rakyat” yang harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan tugas menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional menjadi bukti nyata bahwa pengabdian kedua institusi itu melampaui tugas pokok di bidang pertahanan dan keamanan.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi, TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan, berbagai program yang dijalankan TNI dan Polri telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan.

Ia menyebut Polri sebelumnya berhasil menggelar panen raya jagung pada Mei 2026, sementara TNI turut melaksanakan panen raya komoditas strategis seperti tebu, padi, dan kedelai.

Atas kontribusi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan “anak kandung rakyat” yang harus selalu berada di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan.

Menurutnya, kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, bahu-membahu, membuat langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu,” kata Prabowo, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, (18/7/2026).

Presiden juga menekankan bahwa kekuatan pertahanan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga oleh kondisi rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera.

Menurutnya, pertahanan nasional yang kokoh akan terwujud apabila seluruh rakyat merasakan kesejahteraan sehingga memiliki semangat untuk menjaga dan membela bangsa.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” ujar Prabowo.

Melalui berbagai program pendampingan pertanian dan ketahanan pangan, pemerintah berharap sinergi antara TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama pertahanan negara.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *