Pramono Anung Antisipasi Krisis Energi, Pemprov DKI Awasi Pasokan BBM dan LPG 3 Kg Hadapi El Nino 2026

Berita56 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg), di tengah tekanan geopolitik global serta ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung panjang pada 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam konferensi pers mengenai Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, pada (17/4/2026).

Menurut Pramono, situasi geopolitik internasional yang belum stabil berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia, termasuk distribusi BBM dan gas elpiji di dalam negeri. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah pemantauan intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Dalam kondisi geopolitik yang seperti ini dan juga sampai hari ini belum terselesaikan berkaitan dengan supply chain dan juga BBM, maka Pemerintah DKI Jakarta secara khusus kami juga memantau hal yang berkaitan dengan BBM dan juga dengan LPG 3 kilogram,” kata Pramono.

Ia menegaskan bahwa LPG 3 Kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro, sehingga ketersediaannya harus dijaga secara serius.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin terlambat bertindak apabila terjadi kendala distribusi di lapangan.
“Dengan demikian jangan sampai kemudian kita tergopoh-gopoh ketika baru apa persoalannya itu terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

Selain faktor geopolitik, Pramono juga menyoroti ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai April hingga September 2026. Kondisi cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan dapat memperbesar tekanan terhadap pasokan energi, ketersediaan air bersih, hingga kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, Jakarta perlu menyiapkan strategi mitigasi sejak dini agar dampak El Nino tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik di ibu kota.

Sebagai langkah jangka menengah dan panjang, Pemprov DKI Jakarta juga mulai mendorong optimalisasi penggunaan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional berbasis fosil.
“Untuk itu optimalisasi penggunaan energi terbarukan mulai kita kembangkan di Jakarta,” ucap Pramono.

Pemprov DKI Jakarta saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BUMN sektor energi, serta pihak terkait lainnya guna memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi tetap aman, sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *