Pramono Anung Canangkan Pembangunan Jembatan Donat Dukuh Atas, Integrasikan Enam Moda Transportasi Publik

Berita104 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencanangkan pembangunan Jembatan Donat atau Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta, pada (21/6/2026).

Proyek strategis tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus upaya memperkuat integrasi sistem transportasi publik di ibu kota.

Pembangunan pedestrian deck ini dirancang sebagai simpul penghubung utama berbagai moda transportasi massal yang beroperasi di Jakarta dan wilayah penyangga. Infrastruktur tersebut nantinya akan mengintegrasikan enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta dalam satu kawasan yang terhubung secara langsung dan nyaman bagi pengguna.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa peningkatan konektivitas transportasi publik menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, keberadaan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum secara lebih luas.

“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan yang dikenal dengan sebutan “Jembatan Donat” tersebut akan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih mulus atau seamless bagi pengguna transportasi publik. Dengan adanya jalur penghubung yang terintegrasi, masyarakat tidak perlu lagi berpindah moda melalui rute yang berputar atau memakan waktu lebih lama.

Selain memangkas jarak tempuh dan meningkatkan efisiensi perjalanan, proyek ini juga diharapkan menjadi ikon baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis Jakarta akan dikembangkan menjadi lingkungan perkotaan yang lebih modern, ramah pejalan kaki, serta mendukung konsep pembangunan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD).

Pramono menambahkan, desain pedestrian deck juga memperhatikan aspek keselamatan dan aksesibilitas. Infrastruktur tersebut akan dilengkapi fasilitas yang memungkinkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengaksesnya dengan aman dan nyaman.

“Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028,” jelasnya.

Tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, Pedestrian Deck Dukuh Atas juga diharapkan mampu menghidupkan ruang publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan meningkatnya arus mobilitas masyarakat, kawasan Dukuh Atas diproyeksikan menjadi pusat aktivitas perkotaan yang semakin dinamis.

Pramono menyampaikan bahwa proyek tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja selama masa konstruksi berlangsung. Setelah beroperasi, peningkatan aksesibilitas kawasan diyakini akan menarik lebih banyak pelaku usaha, investor, serta mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi baru di sekitar lokasi.
“Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kawasan sekitarnya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang penerapan skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Skema tersebut memungkinkan pembangunan proyek tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Pramono, pola pembiayaan kolaboratif menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal daerah. Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap proyek-proyek pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Pramono berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta kenyamanan pengguna.
“Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna,” tandasnya.

Dengan target penyelesaian pada akhir 2028, Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan menjadi salah satu infrastruktur transportasi ikonik Jakarta yang mampu memperkuat integrasi antarmoda, meningkatkan kualitas mobilitas warga, sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *