Pramono Anung: Maknai Kemerdekaan Tak Lagi Dengan Senjata, Tapi Dengan Menurunkan Ego dan Memperkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Jakarta

Berita74 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan menurunkan ego, saling mendengarkan, dan memperkuat kerja sama dalam membangun Jakarta serta Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Jakarta, pada (17/8/2026).

Dalam amanatnya, Pramono mengatakan bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan pada masa kini tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik atau mengangkat senjata. Menurut dia, tantangan generasi saat ini adalah bagaimana seluruh pihak mampu bekerja bersama untuk menjawab berbagai persoalan bangsa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar, bekerja bersama,” kata Pramono dalam amanatnya.

Pramono menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang dirayakan setiap tahun melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial.

Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan diisi melalui kerja nyata.

Ia menilai pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi dari berbagai unsur, mulai dari DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), badan usaha milik daerah (BUMD), dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.

Menurut Pramono, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Pembangunan tidak mungkin dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, kolaborasi, dan kesediaan untuk saling mendengar agar setiap langkah yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pramono juga mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada perayaan, slogan, maupun ucapan. Menurut dia, makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Merdeka bukanlah sekadar sorak perayaan, melainkan amanah yang menuntut langkah nyata, bukan pula sekadar untaian wacana,” ujar Pramono.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunggu kontribusi besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Setiap orang, menurutnya, dapat memberikan peran sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.

Pramono menilai semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa harus terus dipertahankan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta dan Indonesia.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok apabila hal tersebut dapat menghambat kepentingan yang lebih besar.

“Menurunkan ego bukan berarti kehilangan prinsip, tetapi bagaimana kita menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Dengan saling mendengar dan bekerja bersama, saya yakin berbagai tantangan dapat kita hadapi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengajak masyarakat Jakarta untuk mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan ibu kota.

Ia menekankan bahwa kemajuan Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.

Ia berharap Jakarta dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan Indonesia.
“Mari kita ambil peran sekecil apa pun untuk bersama-sama membangun kemajuan Jakarta demi masa depan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Pramono.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Jakarta pun menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali meneguhkan semangat kolaborasi.

Bagi Pramono, kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata, pelayanan yang lebih baik, serta upaya bersama untuk menghadirkan kehidupan yang semakin sejahtera bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan, kata dia, pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga tentang memastikan generasi saat ini mampu melanjutkan perjuangan tersebut melalui pembangunan, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *