Presiden Prabowo Singgung “Tamu Tak Tahu Diri” Yang Datang ke Indonesia: Awalnya Berdagang, Lama-lama Merampok

Nasional58 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sindiran kepada pihak asing yang datang ke Indonesia dengan dalih berdagang, namun pada akhirnya dinilai hanya memanfaatkan bahkan merugikan kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada (12/7).

Dalam pidatonya, Prabowo mengawali dengan menggambarkan karakter bangsa Indonesia yang dikenal ramah, terbuka, dan menghormati tamu. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki budaya menjamu tamu dengan sebaik-baiknya, bahkan ketika berada dalam keterbatasan.

“Bangsa kita bangsa yang terlalu baik hatinya. Kita ini lugu, benar? Itu sifat bangsa kita,” kata Prabowo.

Ia kemudian mengibaratkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang tetap berusaha menjamu tamu meski dalam kondisi serba kekurangan.

“Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walau kita tidak punya minum, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita persilakan. Kalau perlu kita ke tetangga kita pinjam gula. Benar? Itu sifat kita,” ujarnya.

Namun demikian, Presiden menilai tidak semua tamu menghargai keramahan tersebut.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang datang tanpa diundang dengan alasan ingin berdagang, tetapi pada akhirnya justru mengambil keuntungan secara tidak adil dari Indonesia.

“Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo tidak menjelaskan secara rinci siapa atau negara mana yang dimaksud dalam pernyataannya.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pesan mengenai pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memperkuat peran koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat.

Sebelum melontarkan sindiran tersebut, Prabowo sempat meminta izin kepada hadirin untuk berbicara secara terbuka.

Ia juga menyelipkan candaan mengenai awak media yang meliput pidatonya.
“Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya? Boleh? Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak? Media nunggu saya bicara kepleset. Enggak apa-apa, wartawan sama gue tuh kawan,” ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta acara.

Puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum bagi Presiden untuk kembali menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi nasional.

Dalam sejumlah bagian pidatonya, ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mengelola kekayaan dan sumber daya sendiri sehingga manfaatnya sebesar-besarnya dinikmati oleh rakyat, tanpa bergantung pada pihak yang berpotensi merugikan kepentingan bangsa.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *