Presiden Prabowo: Tegaskan BBM Subsidi Tepat Sasaran Untuk Rakyat Miskin, Orang Kaya Diminta Bayar Harga Pasar

Nasional195 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keadilan dalam distribusi energi dengan mengingatkan masyarakat berpenghasilan tinggi agar tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga energi dunia.
Dalam taklimat yang disampaikan di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih pada (8/4/2026), Prabowo menyampaikan bahwa subsidi energi harus tepat sasaran.

Ia menilai tidak adil jika kelompok ekonomi mampu masih menikmati fasilitas yang sejatinya diperuntukkan bagi rakyat miskin.
“Yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya, kalau mau pakai bensin yang mahal dia harus bayar harga pasar. Lu udah kaya minta subsidi lagi, ya, enggak lah, yang kami bela rakyat miskin,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mempertahankan subsidi BBM bagi mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya kelompok ekonomi bawah.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat yang paling membutuhkan.
“Untuk BBM yang bersubsidi kami akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” tegasnya.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya harga minyak dunia yang dipengaruhi kondisi geopolitik global. Gangguan pada rantai pasok energi internasional turut berdampak pada stabilitas harga energi domestik.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengendalikan konsumsi BBM dalam jangka pendek, khususnya dalam periode krusial 12 bulan ke depan.

Menurutnya, periode satu tahun ke depan menjadi fase penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional.
“Sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan, untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini. Jangka pendek yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini,” ujarnya.

Ia optimistis bahwa setelah melewati fase tersebut, kondisi ekonomi dan energi Indonesia akan semakin kuat.
“Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat. Intinya sekarang kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti potensi besar Indonesia dalam mengembangkan energi alternatif berbasis sumber daya alam domestik.

Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah yang dapat diolah menjadi energi pengganti minyak dan gas.
Beberapa komoditas seperti kelapa sawit, jagung, dan singkong dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif.

Selain itu, cadangan batu bara Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar sintetis seperti solar dan bensin.
“Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan global, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap bekerja keras untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk dengan menggunakan energi secara bijak.
Kebijakan pembatasan penggunaan BBM subsidi bagi kelompok mampu ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas subsidi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *