Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Jadi Pedoman Sistem Ekonomi Nasional Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

Nasional79 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman utama dalam mengatur seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk sebagai landasan dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada (1/6/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Upacara, Presiden menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi arah pembangunan nasional di tengah berbagai tantangan global dan dinamika ekonomi yang terus berkembang.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ujar Presiden Prabowo dalam amanatnya.

Presiden menjelaskan bahwa makna Pancasila di era modern harus diwujudkan melalui keberanian untuk melihat secara jujur kondisi perekonomian nasional.

Menurutnya, meskipun Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir, hasil pembangunan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, pemerintah berkomitmen membangun sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjamin pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presiden menyebut bahwa ekonomi yang berlandaskan Pancasila harus mencerminkan lima nilai utama, yaitu religiusitas, kemanusiaan, persatuan nasional, kerakyatan atau egalitarianisme, serta keadilan sosial.

Dalam aspek religius dan kemanusiaan, Presiden menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia yang melimpah bukan semata-mata komoditas ekonomi yang dapat dieksploitasi untuk keuntungan jangka pendek.

Menurutnya, kekayaan alam merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kesejahteraan rakyat saat ini dan generasi mendatang.

Ia menekankan pentingnya tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Seluruh kekayaan bangsa harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi ekonomi nasional.

Menurutnya, para pendiri bangsa telah merancang sistem ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan melalui penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan bahwa koperasi harus kembali menjadi tulang punggung perekonomian rakyat karena mampu menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.
“Koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan,” ujar Presiden.

Selain koperasi, pemerintah juga berkomitmen memperkuat sektor UMKM serta mendorong desa-desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sebagai langkah konkret mewujudkan ekonomi Pancasila, Presiden memaparkan sejumlah program strategis pemerintah. Salah satunya adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan negara dan membuka peluang kerja.

Pemerintah juga akan memperkuat kebijakan ekspor satu pintu, meningkatkan pengelolaan devisa hasil ekspor, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah persaingan global.

Di sektor pembangunan sumber daya manusia, Presiden menilai Program Makan Bergizi Gratis menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Dalam pidatonya, Presiden mengakui bahwa upaya mewujudkan sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila tidak akan berjalan mudah.

Ia menilai berbagai kebijakan reformasi ekonomi berpotensi menghadapi tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi, penyelundupan, serta berbagai aktivitas ilegal lainnya.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan prinsip keadilan sosial.

Mengutip semangat proklamator bangsa, Soekarno, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kemandirian nasional dan berdiri di atas kemampuan sendiri sebagai negara yang berdaulat.

“Kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itulah intisari dari negara yang berdaulat,” katanya.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh nasional.

Tampak hadir Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden RI saat ini Gibran Rakabuming Raka.

Selain para tokoh nasional, upacara juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, akademisi, serta pelajar dari berbagai daerah.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *