PTM Barakatak Gelar Turnamen Tenis Meja, 300 Peserta Ramaikan Kompetisi yang Diresmikan Sekretaris Umum DPP Partisan Siliwangi Sejati

Berita307 Dilihat

DetikSR.id Bandung, Persatuan Tenis Meja (PTM) Barakatak yang berlokasi di Penclut, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, kembali menunjukkan eksistensinya dalam pembinaan olahraga masyarakat dengan menggelar Turnamen Tenis Meja Perorangan Antar Klub PTM.

Turnamen yang diikuti sekitar 300 peserta ini berlangsung selama lima hari dan mencapai puncaknya pada Minggu (18/1/2026) dengan pelaksanaan babak final.
Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah silaturahmi bagi para pegiat olahraga tenis meja dari berbagai klub PTM di Kabupaten Bandung dan wilayah sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama, mencerminkan bahwa tenis meja tetap menjadi cabang olahraga yang digemari lintas usia dan latar belakang sosial.

Turnamen ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya oleh PTM Barakatak. Konsistensi penyelenggaraan setiap tahun menjadi bukti komitmen komunitas ini dalam mengembangkan olahraga tenis meja berbasis masyarakat. Markas PTM Barakatak di Penclut, Rancamanyar, selama ini dikenal aktif sebagai pusat pembinaan dan kegiatan olahraga rakyat yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembukaan turnamen dilakukan secara resmi oleh Drs. Chepy Faridi Hikmat, Sekretaris Umum DPP Partisan Siliwangi Sejati, yang hadir didampingi Haris, Ketua PTM Barakatak, serta Encep, perwakilan panitia penyelenggara. Kehadiran tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menambah semangat para peserta dan menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga komunitas.

Dalam sambutannya, Chepy Faridi Hikmat menyampaikan bahwa terselenggaranya turnamen ini dilandasi oleh tiga prinsip utama. Pertama, kegiatan ini berangkat dari semangat silaturahmi antar anggota komunitas tenis meja. Kedua, dilanjutkan dengan komitmen untuk berolahraga secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ketiga, dari kebersamaan tersebut lahir kesepakatan untuk menggelar turnamen yang kini telah memasuki penyelenggaraan keempat dengan tingkat partisipasi yang terus meningkat.

“Olahraga komunitas seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan memperkuat kohesi sosial masyarakat. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang perlu terus dirawat,” ujar Chepy.
Ia menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti silih asih (saling mengasihi), silih asah (saling mengasah kemampuan), dan silih asuh (saling membimbing) menjadi fondasi etis dalam penyelenggaraan turnamen ini. Prinsip-prinsip tersebut tercermin dalam suasana kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua PTM Barakatak, Haris, menyampaikan bahwa panitia berupaya mengedepankan prinsip keterbukaan, keadilan, dan profesionalisme dalam setiap pertandingan. Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan mempererat persaudaraan antar atlet komunitas.

Dalam kesempatan tersebut, Chepy Faridi Hikmat juga menyampaikan harapan agar pada semester kedua tahun 2026, PTM Barakatak bersama jejaring komunitas tenis meja lainnya dapat menyelenggarakan turnamen dengan skala yang lebih luas. Bahkan, ia membuka peluang digelarnya event bergengsi yang memperebutkan Trofi Bupati Bandung, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, maupun Ketua KONI Kabupaten Bandung.

Harapan ini menjadi sinyal kuat bahwa olahraga berbasis komunitas memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik dalam pembinaan prestasi olahraga maupun dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial dan penguatan modal sosial di tingkat lokal.

Dengan partisipasi ratusan peserta serta dukungan dari berbagai unsur masyarakat, Turnamen Tenis Meja PTM Barakatak tidak hanya berdampak pada aspek kompetitif, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak selalu harus dimulai dari struktur formal, melainkan dapat tumbuh kuat dari komunitas yang konsisten, berjejaring, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Melalui turnamen ini, PTM Barakatak menunjukkan praktik baik bagaimana olahraga rakyat dapat menjadi wahana prestasi, kesehatan, sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

Red-Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *