Reses III DPRD JABAR. Akhmad Marjuki Dengarkan Langsung Keluhan Warga KedungWaringin

Berita69 Dilihat

DETIKSR. ID BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar, Akhmad Marjuki, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Pacing, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ketua RW setempat, tokoh masyarakat, warga, serta sejumlah Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Reses menjadi sarana bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan memastikan kebutuhan warga dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.
Dalam sambutannya, Akhmad Marjuki menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas dan kewajiban anggota DPRD yang diatur dalam tata tertib dewan. Melalui kegiatan tersebut, wakil rakyat turun langsung ke masyarakat untuk mendengar berbagai persoalan yang dihadapi konstituen.
“Salah satu bagian dari tugas saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat adalah turun langsung ke masyarakat agar memahami apa yang menjadi keinginan konstituen saya,” ujarnya.
Marjuki menegaskan seluruh usulan dan keluhan yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan dibawa ke forum DPRD Provinsi Jawa Barat untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, reses menjadi momentum penting dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, warga didorong memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lingkungan mereka. Mulai dari masalah banjir, kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku UMKM, hingga pembangunan fasilitas umum.
Ketua Unit Pengumpul Zakat Masjid An-Nur, Rizal Azhari, mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi warga.
Ia berharap wilayah Waringin Jaya dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut Rizal, Kampung Pacing masih kerap mengalami genangan air dan banjir saat musim hujan akibat kondisi drainase yang belum optimal serta kontur tanah yang lebih rendah dibanding jalan utama.
Selain itu, ia menyebut sebagian besar warga setempat menggantungkan perekonomian dari sektor usaha kecil dan menengah. Karena itu, masyarakat berharap adanya program pelatihan dan pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku usaha lokal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Akhmad Marjuki menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Ia memastikan seluruh usulan yang disampaikan warga akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum DPRD Jawa Barat, termasuk saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Aspirasi bapak dan ibu sudah saya catat. Nanti akan saya bawa ke forum DPRD ketika rapat dengan TAPD untuk saya sampaikan dan perjuangkan. Saya akan berupaya maksimal memperjuangkan aspirasi yang disampaikan,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang diharapkan dapat segera memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *