DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia, secara resmi meresmikan Logo Imlek Nasional dengan tema Harmoni Imlek Nasional sebagai simbol persatuan, toleransi, dan keberagaman budaya bangsa. Tema tersebut disepakati sebagai pesan utama dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang akan diperingati secara nasional, sekaligus menegaskan nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Peresmian logo Imlek Nasional ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan perayaan Tahun Baru Imlek yang setiap tahunnya dirayakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui peluncuran logo dan tema nasional, pemerintah bersama panitia Imlek Nasional ingin memastikan bahwa perayaan Imlek tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung pesan kebangsaan yang kuat dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini.
Dalam acara peresmian yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1/2026),
Perwakilan pemerintah menegaskan bahwa perayaan Imlek telah berkembang menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional. Imlek tidak lagi dipandang sebagai perayaan komunitas tertentu, melainkan sebagai momentum kebudayaan yang mencerminkan keberagaman dan harmoni kehidupan berbangsa di Indonesia.
Tema Harmoni Imlek Nasional dipilih untuk menegaskan komitmen negara dalam merawat toleransi, memperkuat persatuan, serta menjaga kehidupan sosial yang rukun di tengah masyarakat majemuk. Nilai harmoni dinilai sejalan dengan semangat gotong royong dan saling menghormati yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Logo Imlek Nasional yang diluncurkan mengandung unsur-unsur simbolik yang sarat makna. Desain logo memadukan elemen budaya Tionghoa dengan identitas kebangsaan Indonesia, sebagai refleksi akulturasi budaya yang telah tumbuh dan berkembang selama ratusan tahun di Nusantara. Perpaduan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perayaan Imlek di Indonesia memiliki karakter khas yang berbeda dengan perayaan Imlek di negara lain.
Ketua Umum Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menjelaskan bahwa setiap unsur dalam logo dirancang dengan filosofi yang mendalam. “Merah putih di rambut kuda mengingatkan mahkota kita, yakni bendera Merah Putih. Bentuknya seperti kuda lumping, langkahnya mengingatkan pada budaya kita. Matanya berupa api yang mengobarkan semangat, sementara warna putih di bagian mulut dan kaki merupakan simbol kontrol agar tidak liar serta mengingatkan untuk berbicara dengan hati-hati,” ungkap Irene saat memperkenalkan logo kepada awak media.
Ia menambahkan, filosofi logo tersebut mencerminkan semangat keberanian, pengendalian diri, serta kebijaksanaan dalam bertindak dan berkomunikasi, nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat di tengah perbedaan latar belakang budaya dan keyakinan.
Pemerintah berharap tema dan logo Imlek Nasional ini dapat digunakan secara luas dalam seluruh rangkaian kegiatan perayaan Imlek di berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi identitas visual perayaan, logo dan tema tersebut juga diharapkan berfungsi sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya harmoni sosial, toleransi, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Peresmian logo Imlek Nasional ini sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Imlek sebagai sarana memperkuat persaudaraan, mempererat solidaritas sosial, serta menjaga persatuan nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Pemerintah menegaskan bahwa harmoni bukan hanya tema perayaan, melainkan nilai bersama yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengusung tema Harmoni Imlek Nasional, perayaan Tahun Baru Imlek diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia yang beragam, rukun, dan saling menghargai.
Red-Ervinna






