​Respons Bencana Kekeringan, Muspika Parungpanjang Gelar Shalat Istisqa Berjamaah

Berita Daerah89 Dilihat

DetikSR.id PARUNGPANJANG – Menghadapi dampak kemarau ekstrem yang melanda wilayah Parungpanjang selama kurun waktu enam bulan terakhir, Muspika Parungpanjang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang menyelenggarakan shalat Istisqa berjamaah. Kegiatan ibadah ini dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Parungpanjang, Perum 1, pada Jumat (19/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

​Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon curahan hujan, ibadah sunnah muakkadah ini dilaksanakan sebagai sarana munajat dan permohonan ampunan. Fenomena kekeringan panjang di wilayah Parungpanjang tidak hanya berdampak pada krisis air bersih, tetapi juga memicu insiden kebakaran hutan di sejumlah titik, sehingga memerlukan penanganan terpadu baik secara teknis maupun spiritual.

​Suasana ibadah shalat istisqa’ yang dipimpin oleh Ustad Didi dan penyampaian khotbah oleh ketua MUI Parungpanjang KH. Adnan berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 500 jamaah. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Muspika, Serma Ryan batu ud Koramil 062123/PP, ulama dan pengurus MUI Kecamatan Parungpanjang, para kepala desa beserta perangkat desa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta para siswa dan tenaga pendidik dari sekolah PGRI Parungpanjang.

​Camat Parungpanjang, Drs. Chairuka Judhyanto, M.Si.menegaskan pentingnya sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ujian bencana kekeringan ini.

​”Alhamdulillah, hari ini kita bersama kepala desa, jajaran MUI, serta Muspika dapat melaksanakan shalat Istisqa berjamaah. Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 500 orang ini menjadi ajang silaturahmi lintas elemen, termasuk bersama perwakilan insan pers dan insan pendidikan. Melalui pelaksanaan shalat Istisqa dan kerendahan hati untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, kita berharap keberkahan hujan dapat segera dicurahkan,” ujar Chairuka saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Bogor Raya, Awang, yang turut hadir berjamaah menyampaikan pentingnya kepasrahan dan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.

​”Sebagai umat manusia, kita tentu memiliki keterbatasan saat menghadapi ujian bencana seperti kemarau panjang ini. Tempat kita bersimpuh untuk memohon ampunan dan pertolongan hanyalah kepada Allah SWT,” ungkap Awang.

​Melalui penyelenggaraan ibadah bersama ini, jajaran pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat berharap krisis air bersih segera teratasi, ancaman kebakaran hutan mereda, serta kondisi lingkungan di wilayah Parungpanjang kembali pulih.(Red/aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *