DetikSR.id Tangerang Selatan, 14 Mei 2026 – Polemik hasil Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 terus disorot. Sekretaris Jenderal DPP Garda Tipikor Indonesia, Deri Hartono, mendesak MPR RI melakukan koreksi administratif agar marwah lomba sebagai sarana edukasi kebangsaan tetap terjaga.
Kronologi Polemik
Pada babak final, Group B dari SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara dengan 90 poin. Sementara Group C dari SMAN 1 Pontianak menjadi runner up dengan 70 poin, terpaut 20 poin.
Perbedaan muncul di babak rebutan. Jawaban yang dinilai serupa mendapat perlakuan berbeda:
– Group C: mendapat pengurangan nilai minus 5
– Group B: mendapat tambahan poin plus 10
Menurut Deri Hartono, keputusan juri yang inkonsisten inilah yang menyebabkan selisih poin menjadi besar.
Tuntutan GTI
Deri menegaskan tujuan utama lomba bukan sekadar menentukan juara, melainkan memperkuat pemahaman pelajar terhadap 4 Pilar Kebangsaan. Jika proses penilaian tidak objektif, pesan sosialisasi jadi kabur dan kepercayaan peserta menurun.
Ia menolak opsi mengulang lomba karena dinilai membuang waktu dan anggaran. Solusi yang diajukan:
1. Menganulir pengurangan minus 5 untuk Group C
2. Memindahkan atau menambahkan poin 10 yang diberikan kepada Group B ke Group C
Dengan koreksi ini, Deri menilai hasil akhir akan lebih adil dan tujuan edukasi tetap tercapai.
Dampak dan Harapan
Selain aspek teknis, Deri menyoroti dampak psikologis pada peserta akibat keputusan juri yang tidak konsisten. Ia berharap evaluasi ini menjadi momentum pembenahan sistem penjurian agar lebih transparan, profesional, dan berpihak pada pendidikan kebangsaan.
Sebelumnya, MPR RI dikabarkan akan mengevaluasi dewan juri dan meninjau ulang hasil lomba yang kini menjadi perhatian publik.(*/Red)
Narsum :
GTI ( Garda Tipikor Indoneia)












