Semarak Bazaar Waisak 2026 di Lubuk Linggau, Perkuat Kebersamaan dan Toleransi Antarumat

Berita100 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pembukaan Semarak Bazaar Waisak 2026 yang digelar di Kampung Kerukunan Kelenteng Wei Teng Bio, Jalan Riau, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Jumat (22/5/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia” ini dibuka oleh Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, yang diwakili Wakil Wali Kota, H. Rustam Effendi. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambur pada pukul 19.30 WIB. Bazaar Waisak berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM Kota Lubuk Linggau.

Berbagai stand kuliner, hiburan, kosmetik hingga furniture turut memeriahkan kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026.
Keceriaan masyarakat semakin terasa saat Wakil Wali Kota H. Rustam Effendi turut menghibur pengunjung dengan membawakan lagu Jangan Sampai Tiga Kali yang dipopulerkan Tagor Pangaribuan.

Penampilan seni dan atraksi dari berbagai pengisi acara, termasuk Tim Bunga Teratai di bawah naungan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI), juga sukses mencuri perhatian pengunjung.

Ketua Panitia Semarak Bazaar Waisak 2026, Wandy mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Waisak 2026/2570 BE yang diselenggarakan bersama enam aliran Buddhis di Kota Lubuk Linggau.

“Bazaar Waisak ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus bentuk sukacita umat Buddha dalam merayakan Hari Raya Waisak,” ujar Wandy yang juga menjabat Ketua WALUBI Kota Lubuk Linggau.

 

Ia menjelaskan, lebih dari 50 stand ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menghadirkan berbagai produk UMKM, bazaar juga menjadi sarana hiburan dan dukungan bagi pelaku usaha lokal agar semakin berkembang.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Wali Kota H. Rustam Effendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menjaga semangat kerukunan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Bazaar Waisak bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di Kota Lubuk Linggau.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat terus terjaga. Perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun kota yang harmonis, aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya.

Wawako juga menegaskan Pemerintah Kota Lubuk Linggau akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *