Taman Komunitas Juara Simpang RCA Ramai Dikunjungi, Kebersihan Jadi Sorotan

Berita Daerah47 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Taman Komunitas Juara yang berada di kawasan Simpang RCA, Kota Lubuk Linggau, ramai dikunjungi masyarakat pada Sabtu malam, 19 September 2026.

Ruang terbuka yang menjadi salah satu tempat warga, khususnya anak muda, untuk nongkrong dan bersantai tersebut terlihat cukup ramai. Sejumlah warga datang bersama keluarga maupun kerabat untuk menikmati suasana malam.

Namun, di balik ramainya aktivitas masyarakat, kondisi kebersihan kawasan tersebut menjadi perhatian. Sejumlah sampah berupa dedaunan, bekas kemasan air minum serta gelas plastik kecil terlihat berserakan di beberapa titik.

Kondisi itu dinilai cukup disayangkan karena taman tersebut semestinya menjadi ruang publik yang nyaman, bersih dan sejuk bagi masyarakat.
“Sayang kotor. Lihatlah sampah berserakan, belum lagi debu,” ujar Marcel yang pada malam itu berada di lokasi bersama orang tua dan saudaranya.

Hal senada disampaikan Arif. Menurutnya, kebersihan Taman Komunitas Juara perlu mendapat perhatian, mengingat lokasi tersebut berada di kawasan yang cukup strategis dan ramai dilintasi kendaraan dari berbagai daerah.

“Semestinya kawasan ini bersih. Apalagi ini jalan lintas, banyak kendaraan dari berbagai daerah mampir untuk beristirahat, seperti dari Jawa menuju Padang, Jambi, Medan, termasuk kendaraan dari daerah sekitar seperti Musi Rawas Utara,” katanya.
Ia berharap pengelolaan dan perawatan taman dapat ditingkatkan, terutama pada malam akhir pekan ketika jumlah pengunjung cenderung meningkat.

Menurutnya, keberadaan ruang publik yang bersih bukan hanya membuat warga nyaman untuk bersantai, tetapi juga memberikan kesan positif bagi masyarakat luar daerah yang melintas dan singgah di Kota Lubuk Linggau.

Warga juga berharap pengunjung turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

” Kondisi Taman Komunitas Juara tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan ruang publik tidak hanya membutuhkan pembangunan fasilitas, tetapi juga perawatan dan kepedulian bersama agar tetap nyaman digunakan masyarakat ” pungkasnya. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *