Terkait Adanya Tumpahan Minyak PT.Saleraya di Desa Belani Rawas Ilir Muratara, SKK Migas Sumbagsel Angkat Bicara

Berita Daerah170 Dilihat

DetikSR.id MURATARA – Dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak dari Oil Storage Tank milik PT Saleraya Merangin Dua (SRMD) di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menjadi perhatian berbagai pihak. Tumpahan minyak tersebut disebut-sebut mengalir ke sungai dan berdampak pada sumur milik warga di sekitar lokasi.

Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa(10/03/2026) menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kebocoran minyak tersebut dan saat ini masih melakukan pengecekan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Menurut Syafei, jika nantinya benar ditemukan adanya kebocoran dari pipa atau fasilitas milik PT Saleraya Merangin Dua, maka pihak perusahaan akan diminta untuk segera melakukan penanganan serta menyelesaikan dampak yang dialami masyarakat.

“Kalau memang benar ditemukan adanya kebocoran dari pipa minyak Saleraya, tentu harus diperiksa langsung di lokasi. Jika ada masyarakat yang terdampak, maka harus segera ditangani dan diselesaikan,” ujar Syafei.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat satu warga yang diduga terdampak akibat minyak yang mengalir ke sungai tersebut. Warga tersebut dikabarkan telah mendapatkan penanganan serta kompensasi dari pihak perusahaan.

“Dari informasi sementara, ada satu orang yang terdampak dan sudah diberikan kompensasi serta penanganan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, terkait kondisi air bersih yang dikhawatirkan tercemar, pihak perusahaan juga dikabarkan sedang mempersiapkan langkah penanganan dengan membuat sumur baru untuk warga yang terdampak.

“Untuk kebutuhan air bersih, sedang dipersiapkan pembuatan sumur baru bagi warga,” tambahnya.

Syafei menuturkan bahwa saat ini pihak PT Saleraya Merangin Dua masih terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penanganan dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, SKK Migas juga masih menunggu laporan perkembangan terbaru dari pihak SRMD terkait kondisi di lapangan.

“Kami dari SKK Migas masih menunggu perkembangan dari pihak SRMD. Harapan kita tentu dampaknya tidak meluas. Karena kalau minyak sampai bocor ke sungai, dikhawatirkan bisa menyebar lebih jauh,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan secara detail tingkat pencemaran yang terjadi, karena masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan dari perusahaan dan instansi terkait.

“Kami belum bisa memastikan secara jelas. Saat ini masih menunggu hasil pengecekan dari pihak Saleraya dan juga Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Syafei menambahkan, laporan mengenai dugaan kebocoran minyak tersebut baru diterimanya pada hari yang sama setelah melihat pemberitaan dari rekan-rekan media. Setelah itu pihaknya langsung melakukan penelusuran dan koordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Kami baru mendapatkan informasi ini hari ini dari pemberitaan media. Setelah itu langsung kami cek dan memastikan kondisi di lokasi agar dampaknya tidak meluas serta berkoordinasi dengan dinas terkait,” pungkasnya.( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *