Tingkatkan Kompetensi Tukang, Pemkot Lubuk Linggau dan Musi Rawas Kolaborasi Gelar Pelatihan Rangka Baja Ringan

Berita Daerah137 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi dengan Jabatan Kerja (Jabker) Tukang Pemasangan Rangka Baja Ringan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H. Trisko Defriansyah, di Balai Latihan Kerja (BLK) Watervang, Kota Lubuk Linggau, Rabu (7/10/2026).
Pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja konstruksi, khususnya dalam pemasangan rangka baja ringan yang saat ini semakin banyak digunakan dalam pembangunan.

Sekda Kota Lubuk Linggau, H. Trisko Defriansyah, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi hal penting seiring berkembangnya teknologi dan penggunaan rangka baja ringan dalam pembangunan.

Ia menekankan bahwa peserta tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Kompetensi harus dipahami, tetapi keselamatan kerja juga harus menjadi perhatian. Gunakan alat pelindung diri dan tetap disiplin dalam menerapkan keselamatan kerja,” pesan Trisko.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta memiliki kemampuan teknis yang lebih baik sekaligus mampu menerapkan standar keselamatan dalam setiap pekerjaan konstruksi.

Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Dinas PUTR Kota Lubuk Linggau dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Musi Rawas dengan UPTD Pengembangan Informasi, Perencanaan, dan Jasa Konstruksi (PIP2B dan Jakon) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumatera Selatan, PT Kencana Maju Bersama, serta PT Semen Indonesia.

Kepala Dinas PUTR Kota Lubuk Linggau, Pahni Hastera, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis tenaga kerja konstruksi di lapangan sesuai standar keselamatan dan mutu konstruksi.

Selain itu, pelatihan diarahkan untuk mendorong tenaga kerja memiliki sertifikat kompetensi dari HAPI sebagai bukti keahlian. Upaya tersebut sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah melalui ketersediaan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang unggul, terampil dan memiliki daya saing.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menjamin kualitas hasil pekerjaan konstruksi, sehingga pembangunan dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya,” ujar Pahni.

Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga terampil konstruksi Tahun Anggaran 2026. Mereka berasal dari masyarakat jasa konstruksi di Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 peserta berasal dari Kota Lubuk Linggau dan 40 peserta lainnya dari Kabupaten Musi Rawas.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur dan narasumber berpengalaman di bidangnya. Materi diberikan melalui diskusi, penyampaian materi bersama instruktur dan narasumber, serta praktik secara langsung di lapangan.
Narasumber kegiatan berasal dari PT Kencana Maju Bersama dan PT Semen Indonesia.

Mereka berasal dari masyarakat jasa konstruksi di Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 peserta berasal dari Kota Lubuk Linggau dan 40 peserta lainnya dari Kabupaten Musi Rawas.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur dan narasumber berpengalaman di bidangnya. Materi diberikan melalui diskusi, penyampaian materi bersama instruktur dan narasumber, serta praktik secara langsung di lapangan.
Narasumber kegiatan berasal dari PT Kencana Maju Bersama dan PT Semen Indonesia.

Asisten I Kabupaten Musi Rawas, Agus Susanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM, khususnya tenaga kerja konstruksi, memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kemampuan dan keahlian, memahami standar keselamatan kerja, serta memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan kualitas SDM konstruksi dapat mendukung pemerintah daerah dalam menghadirkan tenaga kerja yang profesional, terampil, mengutamakan keselamatan, serta mampu menghasilkan pekerjaan konstruksi yang berkualitas. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *