TNI AL Tingkatkan Kesiapan Prajurit, Kirim Delegasi ke Latihan Penyelamatan Kapal Selam Internasional di Turki

TNI / POLRI55 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan prajuritnya melalui penguatan kemampuan di bidang operasi penyelamatan bawah air. Langkah tersebut dilakukan agar personel selalu siap diterjunkan dalam misi evakuasi kecelakaan di perairan, khususnya insiden kapal selam.

Upaya mempertajam kemampuan itu diwujudkan dengan mengirim personel untuk mengikuti latihan internasional Kurtaran Exercise-26 yang digelar di Aksaz Naval Base, Turki.

Dalam siaran pers resmi TNI AL yang disampaikan di Jakarta, pada (27/4/2026), Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa Indonesia mengirim dua perwira menengah sebagai delegasi observer dalam latihan tersebut.
“Delegasi Indonesia diwakili oleh dua perwira menengah selaku observer yakni Kolonel Laut (P) Ferry Kurniawan dari Koarmada III serta Letkol Laut (P) Hadhito Prayoga dari Koarmada II,” ujar Tunggul.

Ia menjelaskan, latihan internasional tersebut berfokus pada proses penyelamatan kapal selam yang mengalami kecelakaan di bawah laut.

Kegiatan latihan dibagi ke dalam beberapa skenario penting, di antaranya Search Exercise (Searchex) dan Submarine Rescue Exercise.

Pada sesi Search Exercise, peserta dilatih mengoperasikan perangkat sonar serta multibeam echosounder guna mendeteksi posisi kapal selam yang mengalami gangguan atau kecelakaan di dasar laut.
“Latihan Search Exercise menekankan pada pengoperasian sonar dan multibeam echosounder untuk mendeteksi posisi kapal selam yang mengalami kecelakaan di bawah laut,” jelas Tunggul.

Sementara itu, Submarine Rescue Exercise menitikberatkan pada prosedur evakuasi kapal selam beserta para korban dari kedalaman laut secara cepat, aman, dan terkoordinasi.

Menurut Tunggul, latihan ini juga diikuti oleh sejumlah angkatan laut negara sahabat, di antaranya Italia, Korea Selatan, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

Kehadiran berbagai negara dalam latihan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan maritim dan penyelamatan bawah laut.

Selain meningkatkan interoperabilitas antar angkatan laut, latihan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

TNI AL berharap melalui partisipasi dalam Kurtaran Exercise-26, kemampuan personel Indonesia semakin terasah dan siap menghadapi berbagai kemungkinan operasi penyelamatan di laut, termasuk misi evakuasi kapal selam dalam situasi darurat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *