TNI AU Perkuat Pertahanan Udara Nasional, Lanud Haluoleo Disiapkan Jadi Pusat Skuadron Tempur di Sulawesi Tenggara

TNI / POLRI57 Dilihat

DetikSR.id Kendari, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat sistem pertahanan udara nasional melalui langkah strategis penempatan skuadron pesawat tempur di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kebijakan ini juga menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional guna menghadapi dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, penempatan kekuatan udara tersebut direncanakan akan dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo, Kendari.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara dipilih karena memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam sistem pertahanan nasional.
“Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur,” ujar Marsekal Tonny Harjono usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari, pada (27/4/2026).

Ia menjelaskan, rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap persiapan dan pembahasan teknis secara mendalam. TNI AU tengah mengkaji berbagai aspek, termasuk jenis dan spesifikasi pesawat tempur modern berteknologi terbaru yang nantinya akan disiagakan di Lanud Haluoleo.

Selain penempatan skuadron tempur, TNI AU juga akan memperkuat unsur pertahanan lainnya di kawasan tersebut. Salah satunya melalui peningkatan satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), serta penambahan jumlah personel secara signifikan guna mendukung kesiapan operasional dan pertahanan udara di kawasan timur Indonesia.

Marsekal Tonny menegaskan, pengembangan kekuatan TNI AU di Sulawesi Tenggara tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia lokal.

Putra-putri terbaik daerah akan diberikan prioritas untuk bergabung menjadi prajurit TNI AU dan nantinya diprioritaskan kembali mengabdi di wilayah asalnya.
“Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penguatan Lanud Haluoleo tersebut.

Ia menilai, pengembangan pangkalan udara militer di Kendari akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas daerah dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurutnya, peningkatan fasilitas pangkalan TNI AU diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong status bandara menjadi berskala internasional, sehingga membuka akses Sulawesi Tenggara ke jaringan global.
“Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara,” ungkap Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, TNI AU, dan pemerintah daerah merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi Sulawesi Tenggara sebagai wilayah strategis nasional.

Selain memperkuat kedaulatan udara, keberadaan skuadron tempur dan peningkatan fasilitas pangkalan diyakini akan mendorong kemajuan di sektor transportasi, investasi, hingga pembangunan wilayah.

Dengan rencana ini, Sulawesi Tenggara diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertahanan udara baru Indonesia di kawasan timur, sekaligus simpul penting dalam mendukung keamanan nasional dan percepatan pembangunan regional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *