Usai Meriahkan 17-an, Pemuda Karyamulya Ditemukan Tewas, Warga Desak Usut Tuntas

Berita Daerah96 Dilihat

DetikSR.id Karawang – Perayaan HUT RI ke-81 di Dusun I Tarsari, RT 01/02, Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berbuah duka mendalam.

Seorang pemuda yang sehari sebelumnya aktif sebagai panitia sekaligus peserta lomba 17-an ditemukan tewas mengambang di irigasi sasak haji Inen pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB.

Korban yang semasa hidupnya dikenal aktif dan sempat mengenakan kaos warna biru saat mengikuti rangkaian acara perlombaan pada hari Minggu, 23 Agustus 2026, dilaporkan pamit pergi menemui temannya usai acara bubar.

Sejak saat itu, korban tidak kunjung pulang hingga membuat pihak keluarga panik dan melakukan pencarian sepanjang malam.

Ibu korban, Maryati, dengan nada terpukul menceritakan bagaimana ia tidak kuasa menahan lelah dan cemas saat berputar-putar mencari anaknya hingga dini hari.

Saat ditemukan pada Senin siang, kondisi korban menyisakan kecurigaan mendalam bagi pihak keluarga karena ditemukan adanya kejanggalan serta luka tusukan di bagian leher serta darah yang keluar dari area mata.

Menanggapi insiden ini, Tokoh Masyarakat Batujaya yang juga praktisi hukum, Alek Sukardi, S.H., menegaskan bahwa aparat kepolisian memiliki kewajiban penuh untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban.

Menurut mantan Kepala Desa Karyamulya ini, penegak hukum harus transparan membuktikan status hukum dari temuan jenazah tersebut apakah murni kecelakaan, sakit, atau tindak pidana kejahatan.

Hingga saat ini, pihak keluarga yang masih diliputi keraguan menolak langkah autopsi karena kendala pemahaman hukum.

Namun, desakan agar misteri di balik kematian sang pemuda berkaos biru ini terungkap secara terang-benderang terus disuarakan oleh warga dan tokoh masyarakat setempat.(Rtn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *